• KANAL BERITA

Pembangunan Godean Jogja Hills Selesai Akhir 2018

Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro, menyerahkan bantuan kepada pengasuh panti asuhan. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)
Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro, menyerahkan bantuan kepada pengasuh panti asuhan. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)

SLEMAN, suaramerdeka.com - PT Sri Sejati selaku pengembang perumahan MBR Godean Jogja Hills di Godean, Kabupaten Sleman, siap merampungkan pembangunan dan melakukan serah terima ke konsumen pada akhir tahun 2018. Tahap awal sudah dibangun sebanyak 200 unit dari 600 unit rumah, sudah hampir selesai.

Sedangkan unit-unit lain juga sudah dalam proses pembangunan. Sehingga diharapkan akhir tahun ini sudah bisa diserahkan kepada konsumen. Pembangunan ini sengaja dipercepat, setelah mendapat Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) dari Pemkab Sleman.

Oleh karena itu, pihak pengembang mengapresiasi atas dukungan pemkab terhadap program pemerintah pusat dalam hal penyediaan rumah bersubsidi layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

''Di kawasan Sleman ini, sepertinya baru kami yang membangun rumah bersubsidi,'' kata Drektur Utama PT Dewi Sri Sejati, Alim Sugiantoro disela-sela ramah tamah bersama konsumen dan warga sekaligus pemberian bantuan kepada 250 anak panti asuhan di Sleman, kemarin.

Lebih lanjut Alim mengatakan, konsumen dan calon konsumen saat ini sudah dapat melihat gambaran utuh dari rumah yang dibangun di Dusun Jering, Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman ini. Ada unit rumah yang sudah selesai dibangun dengan pengembangan di bagian depan, belakang maupun bagian dalam rumah.

Selain itu, juga ada yang masih sesuai spesifikasi aslinya.

''Saya ingin konsumen menyaksikan sendiri apa yang sudah kami bangun dan siapkan. Bahkan, hampir setiap hari, lokasi ini menjadi jujugan banyak anak muda untuk sekadar melihat view atau ber selfie,'' katanya.

Sementara pakar geologi dari UPN Yogyakarta, Dr Jatmiko Setiawan selaku konsultan mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian mendalam terkait pembangunan rumah di Jering, dengan memapras bukit. Dari kajian yang dilakukannya, pembangunan rumah di Jering ini secara teknis aman karena dibangun diatas batuan deorit.

Batuan ini menurutnya sangat kokoh. Tanah batuan setebal 10 cm mampu menahan beban hingga 200 kilogram. Yang lebih menarik, batuan deorit seperti di Jering, baru bisa ditemui di kawasan ini.
 


(Sugiarto/CN41/SM Network)