• KANAL BERITA

27 Mahasiswa FDK UIN Walisongo Ikuti Diklat Penyuluh Agama

FOTO BERSAMA : Para peserta Diklat Penyuluh Agama Islam non PNS dari mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo foto bersama di Balai Diklat Kemenag Semarang.(Foto: suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
FOTO BERSAMA : Para peserta Diklat Penyuluh Agama Islam non PNS dari mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo foto bersama di Balai Diklat Kemenag Semarang.(Foto: suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 27 mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang belum lama ini mengikuti diklat penyuluh agama Islam non PNS di Balai Diklat Kemenag Semarang.

Ketua Jurusan BPI Maryatul Qibtiyah menjelaskan, kegiatan itu merupakan rangkaian pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa angkatan 2015.

"Setelah melaksanakan PPL I, di lokasi-lokasi sesuai dengan kompetensi jurusan , baik di instansi pemerintah maupun swasta, mereka masih harus melaksanakan PPL II yang merupakan pematangan atau sekolah  kompetensi (Benchmarking) yang dibuktikan dengan sertifikat dari BDK," katanya.

Selama seminggu mahasiswa dididik dan dilatih serta mendapat perlakuan sama dengan perlakuan yang diberikan kepada penyuluh agama non PNS, dari mulai kurikulumnya, lamanya kegiatan, harus tinggal di asrama dan melaksanakan praktik penyuluhan serta rencana tindak lanjutnya.

Kurikulum serta materi yang diterima  disajikan para widyaiswara yang expert di bidangnya, wawasan kebangsaan, ketrampilan komunikasi, revolusi mental,  wawasan Alquran dan Hadis serta tupoksi penyuluh agama.

Pelatihan dibuka Kepala Balai Diklat Keagamaan  H Ibnu Hasyir dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Najahan Musyafak, MA, Ketua dan sekretaris jurusan BPI, Kasi tehnis diklat dan panitia . Dalam sambutannya Ibnu Hasyir mengatakan, masuk di dunia diklat berbeda kuliah di kampus.

"Di diklat semua serba pakem, harus disiplin, tidak pandang golongan, pangkat, jabatan, yang dilihat adalah kebersamaan," katanya.  

Lebih lanjut Hasyir mengatakan, pihaknya menyambut baik diklat tersebut. menurutnya jurusan BPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang baru satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang mendiklatkan mahasiswanya di BDK.

Sementara itu Wakil Dekan Najahan Musyafak memberi penghargaan kepada BDK yang bersedia menerima mahasiswa untuk dididik dan dilatih sebagai penyuluh agama yang setara dengan penyuluh agama non PNS. Kegiatan ini dimaksud untuk memenuhi standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada level 6. Di mana mahasiswa harus memiliki kompetensi di bidang kognitif, attitude dan skill ( pengetahuan, sikap dan keahlian).

Kegiatan itu bertujuan menjembatani standar yang ada di kampus dengan yang di lapangan.  Lebih lanjut Najahan mengatakan setelah lulus dari jurusan BPI, mahasiswa sudah siap dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.


(Agus Fathuddin/CN41/SM Network)