• KANAL BERITA

OP di Pasar Gede Batal, Harga Daging Ayam Tak Terkendali

HARGA MAHAL : Seorang pedagang daging ayam tengah melayani pembeli di Pasar Gede Solo, Senin (11/6). (Foto: suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
HARGA MAHAL : Seorang pedagang daging ayam tengah melayani pembeli di Pasar Gede Solo, Senin (11/6). (Foto: suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Rencana operasi pasar (OP) daging ayam di Pasar Gede Solo, Senin (11/6), yang diinisiasi Kementeriaan Perdagangan ternyata batal.
Hingga siang hari, daging ayam yang rencananya dikirim ke pasar tersebut tak kunjung datang. OP hanya dilakukan di Pasar Jongke dan Pasar Harjodaksino dengan jumlah daging ayam sangat terbatas serta pantauan ayam hidup di pasar ayam Semanggi, Pasar Kliwon.

Sementara itu harga daging ayam di Pasar Gede membumbung tinggi dan tidak terkendali. Daging ayam yang sehari sebelumnya Rp 35.000 per kg, kemarin, sudah mencapai Rp 45.000. Di pasar lainnya, rata-rata seharga Rp 42.000 per kg. Seperti di Pasar Jebres, Pasar Jongke, dan Pasar Harjodaksino.

Selain harga ayam hidup dari peternak sudah tinggi, para pedagang juga mengaku kesulitan untuk mendapatkan kiriman. Padahal permintaan menjelang Lebaran sudah mulai meningkat. Menurut mereka, harga ayam hidup kini sudah mencapai Rp 27.000 hingga Rp 30.000 per kg.

"Kemarin, Sabtu dan Minggu, kami hanya mendapat kiriman 10 kilo gram saja, padahal kebutuhan rata-rata 50 kilogram per hari. Hari ini bisa mendapatkan 50 kilogram, tapi harganya sudah sangat tinggi, ya apa boleh buat," kata Haryanti, salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Gede.

Haryanti dan pedagang ayam lainnya di sejumlah pasar tradisional mengaku bisa menerima kenaikan harga daging ayam menjelang Lebaran lantaran kebutuhan meningkat. "Tapi kenaikan harga kali ini sudah di luar kewajaran," kata Tutik, pedagang ayam lainnya.

Sebelumnya, Minggu (10/6) sore, dalam rapat mendadak di ruang Setda Pemkot Surakarta diputuskan akan diadakan OP daging ayam, ayam hidup, dan daging ayam beku selama dua hari, 11 dan 12 Juni, di enam pasar tradisional di Solo dan Boyolali. OP bertujuan mengantisipasi gejolak sosial dan gejolak harga di pasaran akibat keterbatasan pasokan daging ayam sehingga para pedagang menggelar aksi protes.

Dalam OP, harga daging ayam yang sudah mencapai Rp 35.000 per kg menjadi Rp 33.000 dan ayam hidup ditekan menjadi Rp 21.000 per kg dari harga yang sudah mencapai Rp 25.000 per kg sedang daging ayam beku dijual Rp 30.000 per kg. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo, tidak ada batasan berapa banyak ayam dan daging ayam yang disediakan dalam OP. Tapi bagi pembeli, maksimal pembelian 3 kg.


(Langgeng Widodo/CN41/SM Network)