• KANAL BERITA

Puluhan Ambulans Disiagakan untuk Antisipasi Erupsi Merapi dan Mudik

Sekda Jaka Sawaldi didampingi Asisten I Ronny Roekmito dan Kadinas Kesehatan Cahyono Widodo memeriksa kelengkapan ambulans di halaman Pemkab Klaten.(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)
Sekda Jaka Sawaldi didampingi Asisten I Ronny Roekmito dan Kadinas Kesehatan Cahyono Widodo memeriksa kelengkapan ambulans di halaman Pemkab Klaten.(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka.com – Pemkab Klaten saat ini bukan hanya menyiagakan diri dalam menghadapi mudik Lebaran melainkan mengantisipasi erupsi Gunung Merapi. Untuk itu, 64 mobil ambulans, 12 Puskesmas rawat inap, 12 Rumah Sakit (RS) dan klinik 24 jam disiagakan selama musim mudik Lebaran 2018.

Dinas Kesehatan Klaten juga mendirikan enam Posko di sepanjang jalur mudik, untuk membantu memberikan layanan kepada para pemudik. Lokasi posko di enam titik strategis yakni di Prambanan, depan Masjid Agung Al Aqsha, Terminal Induk Ir Soekarno, Terminal Penggung, Delanggu, dan alun-alun kota Klaten. Posko tersebut akan mulai aktif, Senin 11 Juni 2018.

‘’Selama musim mudik, kami akan mengerahkan tenaga kesehatan dari 34 Puskesmas, 12 RS dan 18 klinik yang ada di Klaten. Dalam satu shif akan ada dokter dibantu dua tenaga kesehatan dan sopir ambulans. Dalam sehari ada tiga sif yang bertugas bergiliran,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo.

Sebanyak 64 mobil ambulans diapelkan di halaman Pemkab Klaten, Jumat (8/6), untuk pengecekan mesin dan kelengkapannya. Ambulans tersebut berasal dari 12 RS, 34 Puskesmas dan 18 klinik yang ada di Klaten. Pemeriksaan dilakukan Sekda Klaten Jaka Sawaldi, Asisten 1 Ronny Roekmito, staf ahli Bupati Wahyu Prasetyo dan Kepala Dinkes Cahyono Widodo.

‘’Ambulans tak hanya disiagakan selama mudik saja, tapi juga untuk membantu bila sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi. Berdasarkan informasi dari BPPTKG Yogyakarta, status Merapi belum turun, masih waspada sehingga kesiapsiagaan tetap harus diutamakan. Jadi 64 ambulan itu siaga mudik dan siaga Merapi,’’ kata Sekda Jaka Sawaldi.

Secara umum semua ambulans dalam kondisi laik jalan, lampu dan sirine berfungsi dengan baik, ada tabung oksigen dan perlengkapan pertolongan pertama. Selain itu juga ada alat pemadam kebakaran ringan (Apar), semua itu wajib ada dalam ambulans.

Cahyono Widodo menambahkan, dalam ambulans wajib ada tabung oksigen, obat dan alat pertolongan kedaruratan, cairan pembersih luka dan lainnya, dragbar, APAR, spalk dan lainnya. Semua perlengkapan sudah terpenuhi, namun ditemukan ada tabung oksigen yang isinya tidak penuh, sehingga diminta untuk menambah isinya.


(Merawati Sunantri/CN40/SM Network)