• KANAL BERITA

Layanan Taxi di Bandara Ahmad Yani Baru Dikeluhkan

Foto: Petugas BRT Trans Semarang menurunkan penumpang di selter Bandara Internasional Ahmad Yani Baru, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
Foto: Petugas BRT Trans Semarang menurunkan penumpang di selter Bandara Internasional Ahmad Yani Baru, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengumumkan bertambahnya jam operasional BRT Trans Semarang di Bandara Internasional Ahmad Yani Baru. Penambahan jam operasional Koridor V tersebut, dar sebelumnya hingga pukul 18.00 menjadi sampai pukul 24.00.

''Menanggapi keluhan transportasi di bandara baru, mulai Selasa (12/6), Trans Semarang di Bandara akan beroperasional sampai pukul 12 malam. Nantinya, juga akan dibangun area pelayanan khusus BRT. Ini untuk menyediakan transportasi umum alternatif selain taxi,'' ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. 

Namun demikian, rute BRT yang melewati Bandara Ahmad Yani Baru di luar jam operasional standar hanya akan mengantarkan penumpang dari bandara sampai ke Simpanglima, begitu juga sebaliknya. Direncanakan, armada akan tiba di shelter di Bandara untuk menaik-turunkan penumpang, tiba setiap 15 menit sekali. 

''Yang tidak cocok menggunakan taxi, disiapkan bus untuk keluar bandara. Kemudian bisa melanjutkan dengan moda transportasi lainnya,'' imbuh wali kota yang akrab disapa Hendi ini. 

Kebijakan Wali Kota Hendi tersebut merupakan respon dari sebuah keluhan di sosial media twitter, Jumat (8/6) yang sempat viral terkait trasportasi taxi yang disediakan oleh Bandara Achmad Yani yang baru. Pengguna twitter dengan nama akun @Hallo_Dimas tersebut menuturkan tidak mengerti tentang mekanisme pemesanan taxi di Bandara hingga kemudian terjadi salah paham ketika menggunakan jasa lainnya. 

Layanan

Terpisah, Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menuturkan selain penambahan jam operasional, akan dilakukan juga peningkatan layanan Trans Semarang di Bandara. Akan dibangun ruang yang nyaman khusus untuk penumpang BRT. 

"Kata sudah diberi ruang di bandara dengan luas sekitar 64 meter persegi. Tepat diujung lintasan drop off penumpang. Target kami, tiga hari kedepan desain untuk peningkatan ruang tunggu Trans Semarang ini sudah bisa disepakati dengan angkasa pura," tutur Ade. 

Dia menambahkan, keberadaan BRT di bandara mendapatkan respon positif dari penumpang. Sejak beroperasional, pada 6 Juni lalu, penumpang BRT mengalami peningkatan hingga 800-900 persen. Kondisi ini berbeda dibandingkan saat beroperasi di bandara lama. 

''Dulu, sehar ada 20 orang penumpang saja sudah bagus. Sekarang rata-rata bisa 200 orang naik BRT di bandara. Karenanya, kami akan terus meningkatkan pelayanan penumpang di bandara,'' imbuh Ade.


(Hendra Setiawan/CN42/SM Network)