• KANAL BERITA

Petani Kalbar Siapkan 10 Ton Beras untuk Warga Perbatasan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

PONTIANAK, suaramerdeka.com - Masa panen pertama di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, baru saja usai. Di Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Pontianak, lumbung-lumbung beras tengah mempersiapkan 10 ton beras untuk dikirimkan ke masyarakat yang tinggal di perbatasan Indonesia di Kalimantan Barat.

Penyiapan 10 ton beras ini menjadi bagian dari ikhtiar Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan masyarakat Indonesia dalam memberikan Ramadan terbaik bagi saudara sebangsa. Ribuan kilogram beras tersebut dikemas ulang dengan berat 5 kg dan dipaketkan bersama sejumlah bahan pangan lainnya. Di penghujung Ramadan, paket pangan ini akan menyapa para Masyarakat Penjaga Negeri.

Rahadiansyah selaku Koordinator Pendistribusian Paket Pangan Ramadan untuk Masyarakat Penjaga Negeri mengungkapkan, 10 ton beras tersebut dibeli langsung dari petani di Desa Parit Keladi, Pontianak. Jumlah tersebut, imbuhnya, dikumpulkan dari sekitar 120 petani yang ada.

“Ide ini awalnya dari relawan kami. Daripada membeli beras yang sudah dipaketkan seberat 5 kg di penyalur, mengapa kami tidak beli langsung saja dari petani? Kami ingin membantu petani-petani di sini langsung agar mendapatkan harga beras terbaik. Dengan begini, ratusan petani pun turut diberdayakan,” jelas Rahadiansyah.

Beras petani Pontianak ini pun memiliki kualitas terbaik. Hal ini dinyatakan langsung oleh Sugeng, salah satu petani sekaligus pengelola penggilingan beras di Desa Parit Keladi.

“Ini beras terbaik yang kita punya. Kita tidak pakai bahan pengawet atau pemutih, jadi insya Allah sehat.

Selain beras, paket pangan yang akan didistribusikan terdiri dari minyak kelapa, gula, dan biskuit. Di Kalimantan Barat, sebanyak 2.000 paket pangan Ramadan akan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan di tiga kabupaten. Titik kabupaten tersebut di antaranya Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

Selain Provinsi Kalimantan Barat, paket pangan Ramadan juga menjangkau Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Papua.


(Fadhil Nugroho Adi/CN42/SM Network)