• KANAL BERITA

Pemerintah Indonesia Dorong Hapus Kesenjangan Gender dalam Ketenagakerjaan

Foto: Kemen PPPA
Foto: Kemen PPPA

JENEWA, suaramerdeka.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Menteri Tenaga Kerja RI, ikut terlibat sebagai delegasi pemerintah Indonesia dalam The 107th session of The International Labour Conference (ILC) di Jenewa, Swiss. Tahun ini, ‘Ending Violence and Harassment in The World of Work’ jadi tema yang diusung.

Tema kekerasan dalam dunia kerja ini merupakan yang pertama kalinya diangkat ILC. Tentunya, hal ini meningkatkan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dalam dunia kerja, yang banyak dialami pekerja perempuan.

“KemenPPPA sangat mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan dalam dunia kerja, dengan ikut berpartisipasi dalam komite ILC. Perlindungan dan pemenuhan hak pekerja perempuan menjadi perhatian KemenPPPA, dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di dunia kerja,” ujar Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan dalam Tenaga Kerja KemenPPPA, Lies Rosdianty.

Salah satu penyebab kesenjangan gender dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masih adanya diskriminasi dan kekerasan gender dalam ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, pertemuan ILC tahun ini menjadi instrumen penting yang harus ditindaklanjuti.

“Bila perempuan dapat bekerja dengan aman dan nyaman, tentu akan meningkatkan produktivitas mereka. Pada akhirnya, hal itu akan menguntungkan pihak pengusaha. Dengan meningkatnya kesadaran dan komitmen semua pihak, maka diharapkan kesetaran gender dalam ketenagakerjaan akan segera terwujud,” tambah Deputi bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Vennetia R Danes.

 Pada pertemuan ini, Indonesia secara tegas mendukung pengesahan amandemen Konvensi Pekerja Maritim atau Maritime Labour Convention (MLC). Isinya, mengatur tentang jaminan hak-hak keuangan bagi pelaut yang menjadi korban sandera bajak laut atau perampokan di laut.

 


(Fadhil Nugroho Adi/CN42/SM Network)