• KANAL BERITA

Gangguan Haid Picu Infertilitas

Kedua narasumber dokter Fadjar Siswanto SpOG (K) dan dokter Arie Sutanto SpOG (K) menyampaikan paparan pada seminar yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Sabtu (9/6). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Kedua narasumber dokter Fadjar Siswanto SpOG (K) dan dokter Arie Sutanto SpOG (K) menyampaikan paparan pada seminar yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Sabtu (9/6). (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gangguan haid pada seorang wanita seperti menstruasi yang tidak teratur, akan berisiko terjadi infertilitas. Infertilitas adalah ketidakmampuan menghasilkan keturunan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi SMC RS Telogorejo Semarang, dokter Arie Sutanto SpOG (K) mendefinisikan infertilitas sebagai kondisi istri yang belum bisa hamil setelah menikah satu tahun.

"Infertilitas ini tidak berlaku bagi pasangan yang misalnya ketika satu tahun menikah tinggal berjauhan. Pada keadaan itu pasangan tidak melakukan hubungan seksual secara teratur," kata Arie, pada seminar yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo Semarang di rumah sakit tersebut, Sabtu (9/6).

Arie menyatakan, kehamilan pada seorang wanita terjadi apabila memenuhi sejumlah syarat. Syarat tersebut antara lain kualitas sperma yang baik, terjadi ovulasi dan rongga rahim wanita yang juga dalam kondisi baik. Ketiga hal itu dianggap menentukan kehamilan dan saling memiliki keterkaitan.

Sementara itu, dokter Fadjar Siswanto SpOG (K) yang juga dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi menyatakan, siklus haid dikatakan normal apabila berlangsung antara 24 hingga 35 hari. Ada pun periode menstruasi umumnya antara empat sampai tujuh hari atau maksimal sepuluh hari.

"Menstruasi normal akan memberikan hormon seimbang. Pada wanita yang siklus haidnya teratur akan mudah menentukan masa subur. Sehingga untuk mencapai kehamilan cenderung lebih mudah," ujarnya.

Dijelaskan pula, gangguan menstruasi bisa dikelompokkan menjadi dua, yakni amenorea primer dan sekunder. Amenorea primer adalah kondisi pada seorang wanita yang belum pernah sekalipun mengalami haid selama tiga bulan.

"Penyebab amenorea primer ini bisa kelainan bawaan sejak lahir, hingga kelainan saraf otak yang disebabkan misalnya kecelakaan kepala. Sedangkan amenorea sekunder yaitu pernah mengalami haid tetapi kemudian hilang lagi," paparnya.

Menurutnya, tidak teraturnya siklus haid pada remaja yang pertama kali mengalami haid, dianggap masih wajar dan normal. Umumnya menstruasi mulai teratur pada wanita setelah usia 14-16 tahun.


(Eko Fataip/CN40/SM Network)