• KANAL BERITA

Sejumlah Paket Pekerjaan Terkendala DED dan Proses Lelang

Bupati Semarang, Mundjirin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Bupati Semarang, Mundjirin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Bupati Semarang, Mundjirin membenarkan, jika sampai Juni 2018 ada sejumlah paket pekerjaan yang belum dilaksanakan. Selain revitalisasi Pasar Suruh, ia menyebutkan ada paket pekerjaan pembangunan RSUD Ungaran tahap II, hingga pekerjaan penataan Kawasan Wisata Bandungan yang rencananya akan dimulai setelah Idul Fitri 2018.

“Yang rumah sakit, terlambat karena DEDnya tidak kunjung selesai. Padahal seharusnya awal tahun ini sudah selesai, setelah saya panggil ternyata untuk menyusun DED anggarannya jauh memenuhi syarat keuangan,” kata dia, kemarin.

Setelah diselesaikan, menurutnya sekarang sudah ada kontraktor pemenang lelang untuk pembangunan RSUD Ungaran Tahap II. Sementara revitaliasi Pasar Suruh dan penataan Pasar Bandungan, keduanya bakal dimulai setelah Idul Fitri 2018. Alasannya, mayoritas pedagang meminta bisa berjualan sampai Lebaran. Bupati Mundjiirn mengaku memaklumi permintaan pedagang apalagi ini mendekati Lebaran.

“Nanti Pak, jangan dibongkar dan pindah sekarang. Itu permintaan pedagang, kita tidak bisa keras apalagi ketika ngemong masyarakat. Memang risikonya besar, tetapi pemborong dan pemenang sudah sanggup,” jelasnya.

Berkaitan dengan sejumlah paket pekerjaan yang lain, lanjutnya, memang terkendala proses lelang, mengingat mulai tahun ini seluruh lelang harus masuk ke unit layanan pengadaan (ULP) Kabupaten Semarang. Berbeda dengan dahulu yang bisa dilelang mandiri oleh organisasi perangkat daerah (OPD) pengguna anggaran.

“Di sisi lain, personel ULP memang terbatas. Tetapi kelompok kerja (pokja) sudah siap semua, ada dari Dinas Pekerjaan Umum yang dijadikan anggota pokja,” imbuhnya.

Ada pun pengawasan atas progres dan hasil pekerjaan, Bupati Semarang menandaskan, seluruhnya dibahas setiap bulan dalam rapat pengendalian operasional kegiatan (POK) melibatkan seluruh OPD terkait. “Masyarakat perlu tahu mengapa pembangunan pasar termasuk lambat karena menunggu waktu Lebaran. Mudah-mudahan saja penggarapannya bisa selesai cepat sehingga tidak terbengkalai,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengatakan, sampai Juni 2018 ada sejumlah paket pekerjaan yang belum dilaksanakan. Padahal menurutnya, hal itu sudah dianggarkan melalui APBD Tahun Anggaran 2018 yang ditetapkan sejak November 2017 silam.

Paket pekerjaan yang dimaksud meliputi, pembangunan Pasar Suruh senilai Rp 14 miliar, pembangunan RSUD Ungaran tahap II sebesar Rp 55 miliar, pembangunan Plaza Bandarjo tahap II Rp 2 miliar, Kantor DPRD Kabupaten Semarang Rp 2 miliar, dan pelebaran Gedung Serba Alun-alun Bung Karno Ungaran Rp 2,5 miliar.

“Lambatnya pelaksanaan proyek-proyek tadi bisa menimbulkan persepsi proses lelangnya dikondisikan. Menyusul sudah delapan bulan sejak ditetapkan, kami pantau belum ada progres,” katanya.

Melihat situasi yang terjadi di lapangan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Semarang baru-baru ini sudah mengingatkan OPD pengguna anggaran. Apabila tidak kunjung dilaksanakan atau dikerjakan mendekati akhir tahun anggaran, pihaknya khawatir kualitas pekerjaannya menjadi buruk. Belum lagi jika terkendala musim penghujan. Padahal, lanjutnya, sejumlah paket pekerjaan yang dimaksud erat hubungannya dengan pelayanan yang diperlukan masyarakat Kabupaten Semarang.

“Bupati Semarang wajib mengingatkan OPD supaya segera melaksanakan paket pekerjaan yang telah disetujui anggarannya. Kami tidak menginginkan ada alasan cuaca,” pintanya.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)