• KANAL BERITA

Penjaga Tiket dan Petugas Parkir di Tempat Wisata Diminta Tidak Lakukan Pungli

PENGARAHAN: Ketua Pokja Pencegahan dan Sosialiasai Tim Saber Pungli Iptu Teguh Werdiyanto memberi pengarahan pada penjaga tiket dan petugas parkir. (suaramerdeka.com / Kasirin Umar)
PENGARAHAN: Ketua Pokja Pencegahan dan Sosialiasai Tim Saber Pungli Iptu Teguh Werdiyanto memberi pengarahan pada penjaga tiket dan petugas parkir. (suaramerdeka.com / Kasirin Umar)

BATANG, suaramereka.com – Tim Saber Pungli Kabubaten Batang menggelar sosialisi pencegahan pungutan liar (pungli) kepada para penjaga tiket dan petugas parkir di tempat wisata. Sosialisasi dilaksanakan di Kafe Planet Pantai Sigandu, Batang, Kamis sore (7/6).

Ketua Pokja Pencegahan dan Sosialiasai Tim Saber Pungli Iptu Teguh Werdiyanto mengatakan, sosialisasi bertujuan agar penjaga tiket dan petugas parkir di tempat-tempat wisata dalam melakukan tugasnya tidak melakukan pungli, sehingga memberikan rasa nyaman bagi pengunjung.

“Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2016, Satgas Saber Pungli bertugas untuk memberantas praktik pungutan liar secara efektif dan efisien yang memiliki empat fungsi. Yakni intelijen, pencegahan, sosialisasi, penindakan dan yustisi. Obyek (tempat) wisata identik dengan parkir, dalam menarik pungutan parkir sudah diatur dalam Perbup No. 63 Tahun 2017, tentang kenaikan tarif parkir yang semula sepeda motor Rp. 500 menjadi Rp.1000 dan mobil semula Rp.1000 menjadi Rp.2000,” kata Teguh Werdiyanto.

Jadi, sebut Teguh, apapun pungutan yang tidak ada dasar hukumnya, tidak sesuai perda atau peraturan yang berlaku, sudah masuk dalam pungutan liar. Termasuk dalam bulan Ramadan maupun Lebaran tidak ada tiket maupun parkir yang taripnya naik.

“Tim saber pungli akan terus memantau dan mengawasi petugas - petugas loket tiket maupun petugas parkir obyek wisata, baik obyek wisata yang dikelola oleh Pemkab maupun yang dikelola oleh masyarakat. Hal ini lebih pada pencegahan terhadap pungutan liar dan apabila terdapat praktek pungutan liar serta kita memiliki bukti yang kuat akan kita respon untuk ditindak lanjuti,”ujar Iptu Teguh Werdiyanto.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olah Raga, Wahyu Budi Santoso mengatakan, pariwisata adalah salah satu program Kabupaten Batang yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah, sehingga tidaklah etis kalau wisata terkenal dengan pungutan yang menyalahi aturan.

“Dengan program visit to Batang 202 kita harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung wisata, dengan tetap menjaga kenyamanan, kesopanan kebersihan dan tentunya tidak ada pungutan yang tidak sesuai dengan Perda maupun Perbup,”tutur Wahyu.

Dikatakan, pihaknya akan memperbaiki sistem maupun regulasi dan pendapatan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga obyek wisata tidak menjadi sasaran tim saber pungli.


(Kasirin Umar/CN26/SM Network)