• KANAL BERITA

Pembangunan NYIA Tarik Investor Furniture

Salah satu pekerja tengah menyiapkan meubel yang siap dipamerkan pada pameran meubel Maju Jaya Abadi di Asem Doyong, Demen, Temon, Kulonprogo, Kamis (7/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Salah satu pekerja tengah menyiapkan meubel yang siap dipamerkan pada pameran meubel Maju Jaya Abadi di Asem Doyong, Demen, Temon, Kulonprogo, Kamis (7/6). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Keberadaan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang sedang dibangun di wilayah Kecamatan Temon, Kulonprogo menarik investor untuk mengembangkan usaha di wilayah tersebut. Salah satu sektor usaha yang menggeliat yakni furniture, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seiring dengan dinamika dibangunnya bandara internasional. Usaha furniture dinilai prospektif dikembangkan di wilayah Kecamatan Temon. Salah satu perusahaan yang mengembangkan sayapnya di Temon yakni Maju Jaya Abadi.

“Kami jemput bola, ke daerah yang akan dibangun bandara,” ungkap pemilik Maju Jaya Abadi, Purwanto, di sela-sela menggelar pameran produk furniture atau mebel di toko yang baru dibuka di Jalan Raya Wates-Purworejo di Asem Doyong, Demen, Kecamatan Temon, Kamis (7/6).

Purwanto yang sudah 36 tahun berkiprah di dunia bisnis mebel dan kayu, semula mengembangkan bisnisnya di Purworejo dengan pabrik produksi di Purworejo dan Jepara. Selain untuk keperluan furniture umum baik rumah tangga, perumahan, kantor, sekolah, interior, dan hotel, perusahaan Purwanto juga seringkali mendapat tender pengadaan mebel.

Di antaranya meubel kantor TNCC 12 lantai Mabes Polri di Jakarta, mebel Mako Brimob Mabes Polri, meubel BRI kantor Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, mebel sekolah, mebel gedung DPRD Purworejo, serta mebel Hotel Inna Garuda Yogyakarta.

“Alhamdulillah telah terbukti dua kali menerima penghargaan dari Presiden RI tahun 1997 berupa Upakarti dan tahun 2007 berupa Paramakarya tentang produktivitas, kualitas, dan kemitraan,” ungkap Purwanto, yang juga berasal dari Desa Kalirejo, Kulonprogo, sehingga ingin turut membangun daerah kelahirannya.

Produk unggulan dari Maju Jaya Abadi, lanjut Purwanto, terutama adalah mebel kayu jati. Dia berkomitmen memberikan pelayanan kepada konsumen hingga betul-betul puas. Salah satu bentuk pelayanan yang unik yakni konsumen yang telah membeli mebel tetapi kurang sreg maka bisa dikembalikan atau ditukar barang.

“Kalau misalkan tiga hari, sepuluh hari, sebulan, dua bulan, sampai enam bulan kok rasanya tidak sreg, bisa dikembalikan tidak saya potong kerugian, bisa tukar barang apa pun tidak masalah sampai benar-benar manteb sreg lego, paling membantu (biaya) angkutan saja,” tuturnya.

Setelah enam bulan dari pembelian, pelayanan spesial juga masih diberikan, yakni mebel boleh dikembalikan hanya dipotong 10 persen, bisa ditukar barang mau pun tukar uang. “Wah di Indonesia tidak ada kecuali di Purwanto yang mengelola Maju Jaya Abadi, tidak ada itu di mana-mana,” ucapnya.

Purwanto menambahkan, pelayanan paska jual juga diberikan berupa perbaikan gratis bila ada kerusakan untuk produk-produk yang berkualitas jaminan, misalnya dimakan rayap serta bribik atau teter. “Kalau tidak bisa diperbaiki saya ganti baru. Sehingga insyaAllah produk perusahaan ini bisa memberikan yang terbaik sampai mereka puas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo, Krissutanto menyatakan, sinergitas dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam pengembangan Kulonprogo, khususnya di wilayah sekitar bandara baru. Termasuk di dalamnya perlunya peran aktif para pengusaha dan pedagang yang tertarik dengan magnit bandara. Pihaknya selalu menekankan kepada para investor bidang perdagangan untuk ikut bersama-sama membangun Kulonprogo.

“Satu tahun lagi bandara beroperasi, peluang itu harus disambut bersama-sama, seluruh warga Kulonprogo tidak boleh hanya menjadi penonton, diharapkan partsipasinya untuk memajukan Kulonprogo," tambahnya.


(Panuju Triangga/CN40/SM Network)