• KANAL BERITA

Pembelian BBM di Kios-K Bisa Pakai E-Money

ANDAR TITI LESTARI : Unit Manager Communication & CSR MOR IV Jateng & DIY, Andar Titi Lestari memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di Solo, terkait aksi Pertamina menghadapi mudik Lebaran, Rabu (6/6). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
ANDAR TITI LESTARI : Unit Manager Communication & CSR MOR IV Jateng & DIY, Andar Titi Lestari memberi penjelasan pada sejumlah wartawan di Solo, terkait aksi Pertamina menghadapi mudik Lebaran, Rabu (6/6). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Berbeda dengan fasilitas Kios-K pada mudik lebaran tahun sebelumnya, tahun ini PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng-DlY menyiapkan fasilitas untuk transaksi dengan menggunakan EDC (Electronic Data Capture) dari bank Mandiri, BNI, dan Bank BRl.

Sehingga masyarakat terutama para pemudik dapat menggunakan kartu debit dan e-money untuk membeli BBM di Kios-K. "Kami mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas ini," kata Unit Manager Communication & CSR MOR IV Jateng & DIY, Andar Titi Lestari kepada sejumlah wartawan di Solo, Rabu (6/6).

Andar mengatakan, Pertamina Region IV Jateng-DlY telah mempersiapkan layanan BBM di sejumlah tempat yang dinilai rawan kepadatan kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2018 yang diprediksi terjadi pada 8-13 Juni. Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang mulai aktif pada H-15 hingga H+15 Lebaran. Bahkan pada H-5 sampai H+5 supply point atau TBBM di wilayah Jateng dan DIY beroperasi 24 jam sebagai antisipasi padatnya arus mudik yang menyebabkan kemacetan. Sejumlah SPBU di beberapa lokasi strategis akan beroperasi 24 jam.

Strategi pembentukan satgas juga diperkuat dengan dibentuknya 27 SPBU dan 23 SPBE kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki. Ditambah 7 serambi dan 25 Kios Kemasan (Kios-K) Pertamax diharapkan mampu menambah akses kemudahan masyarakat untuk memperoleh BBM. Sebanyak 200 unit Motorist BBM dengan kapasitas angkut BBM hingga 30 liter juga disiagakan dan disebar di 160 titik. Apabila ada kepadatan, Motorist BBM akan menembus kemacetan dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengondisian jalan.

Pelayanan Motorist ini bersifat darurat untuk membantu masyarakat mendapatkan BBM. "Karena itu kami menghimbau para pemudik untuk mengisi tangki penuh sebelum memulai perjalanan," tandasnya.

Andar mengatakan, dengan tren peningkatan konsumsi BBM dan LPG yang terjadi selama ini, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 30 persen. Untuk gasoline (premium dan pertamax series) naikn dari 11.394 KL menjadi 15.514 KL. 

Sementara gasoil (solar/bio + pertamina dex series) mengalami penurunan 10 persen dari kebutuhan normal 5.740 KL menjadi 5.166 KL karena penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang. Namun untuk konsumsi pertamina dex dan dexlite akan mengalami kenaikan 37 persen dan 43 persen. Sedang untuk konsumsi elpiji rata-rata ada kenaikan 8 persen, baik elpiji subsidi maupun nonsubsidi (PSO dan Non-PSO) dibanding rata-rata konsumsi harian, atau setara 28.736.410 tabung dari rata-rata normal 26.162.813 tabung.

Disamping memastikan kesediaan suplai BBM, lanjut Andar, Pertamina MOR IV juga menjamin ketersediaan elpiji dengan menambah armada skid tank, menyiapkan 397 agen siaga dan 5.191 pangkalan siaga untuk wilayah tertentu yang beroperasi 24 jam. Konsumen juga dimudahkan dalam memesan Bright Gas dengan menggunakan layanan Bright Home Service tapi saat ini layanan terdebut baru dapat menjangkau wilayah Semarang dan Yogyakarta.

"Melalui aplikasi Bright Home Service. konsumen dapat dengan mudah memesan produk elpij," tandas dia.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)