• KANAL BERITA

PNS Rembang Tidak Dapat THR

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

REMBANG, suaramerdeka.com - Pemkab Rembang tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, kemarin, pegawai Pemkab Rembang mulai mendapatkan pencairan gaji ke-13 dan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) di rekening masing-masing.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menegaskan Pemkab Rembang menganggap THR untuk ASN yang telah diteken Presiden Joko Widodo sulit dilaksanakan pada anggaran daerah. Pasalnya, anggaran daerah semuanya harus terlebih dahulu melalui perencanaan.

Pencairan anggaran tidak boleh mendahului anggaran. ''Pencairan hanya dapat dilakukan untuk anggaran yang sudah masuk perencanaan. Kalau tidak ada, ya tidak boleh. Kita memaksakan untuk pinjam dan sebagainya, itu juga tidak boleh,'' terang dia.

Dia menegaskan Pemkab tetap akan berpegang teguh pada sistem tertib anggaran. ''Bagi kami, sudah cukup dasar alasannya. Meski pun sudah ada peraturan presiden, peraturan menteri atau edaran, tetapi di UU perencanaan APBD itu tidak ada yang namanya mendahului anggaran, sehingga kami (putuskan) tidak ada. Ndak usah (THR-Red),'' tegas dia.

Meski tidak ada THR, namun ASN di Pemkab Rembang masih tetap bisa berlebaran dengan anggaran yang cukup longgar. Pasalnya, kemarin, Pemkab Rembang mulai memberikan gaji ke-13 bagi ASN dan TPP sekalius. ''Gaji ke-13 dan TPP kita keluarkan. Nanti kita sampaikan ini kepada rekan-rekan ASN,'' tandas dia.

Secara terpisah Wakil Ketua DPRD, H Bisri Cholil Laquf, mengaku setiap anggaran yang akan dilaksanakan oleh Pemkab Rembang terlebih dahulu harus melalui persetujuan dari legislatif. Semenjak adanya THR bagi ASN, Pemkab Rembang tidak pernah mengajukan permintaan persetujuan anggaran ke legislatif. ''Sehingga, THR bagi ASN juga tidak bisa diadakan,'' tandas dia.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN40/SM Network)