• KANAL BERITA

Pemkab Batang Manfaatkan Arus Mudik untuk Promosi Pariwisata

Bupati Batang, Wihaji. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)
Bupati Batang, Wihaji. (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

BATANG, suaramerdeka.com - Pemkab Batang memanfaatkan momentum arus mudik dan balik di Lebaran 2018 untuk melakukan promosi pariwisata dan investasi. Salah satunya dengan memasang berbagai spanduk bertuliskan: Ayo Piknik dan Invesatasi di Batang di berbagai titik jalan tol dan jalur pantura.

Selain itu, membagikan stiker dan brosur objek-objek wisata, serta berbagai peluang investasi di Batang.

''Pemkab akan berupaya memanfaatkan arus mudik dan balik Lebaran untuk melakukan promo pariwisata dan investasi di Batang. Saya sudah perintahkan jajaran birokrasi untuk melakukan pemasangan spanduk, pembagian stiker dan brosur terkait hal ini. Saya juga akan mengecek langsung kebijakan ini di lapangan,'' ujar Bupati Wihaji, Rabu (6/6).

Dia menyampaikan, promosi pariwisata menjadi penting untuk mendukung keberhasilan program Visit to Batang 2022. Pariwisata menjadi salah satu prioritas Pemkab Batang yang saat ini sedang dikerjakan. Diharapkan dengan adanya spanduk-spanduk di jalur tol dan pantura, pembagian stiker dan brosur, para pemudik akan mengetahui Batang memiliki prioritas di sektor pariwisata.

''Batang punya objek-objek wisata yang mudah diakses, baik dari jalur tol mau pun pantura. Seperti Pantai Sigandu, Pantai Ujungnegoro, Pantai Jodo, objek wisata Sikembang, desa wisata Pandansari dan lainnya. Dengan promo yang ada, kami ingin pemudik tahu di Batang banyak objek wisata. Sekaligus juga berharap mereka mengunjungi destinasi wisata yang ada di Batang,'' tuturnya.

Selain itu, para pemudik juga diharapkan bisa membeli berbagai produk-produk khas Batang. Dengan demikian akan bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Pemkab juga melakukan promosi tentang banyaknya peluang-peluang investasi di Batang.

Apalagi sekarang ini sedang dibangun megaproyek PLTU 2x1.000 megawatt, pelabuhan niaga, dan tol di Batang. Itu berarti, ke depan Batang ke depan akan menjadi magnet investasi yang sangat menjanjikan.

Wihaji juga berharap, pengelola jalan tol bisa benar-benar melibatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari Batang. Ini agar UMKM dari Batang bisa mendapatkan manfaat secara ekonomi dari keberadaan jalan tol selama arus mudik dan balik Lebaran.  Tahun kemarin, dengan hadirnya tol, omzet UMKM di Batang, termasuk rumah-rumah makan dan usaha lain, turun hampir 50 persen. Ini karena kendaraan yang biasanya lewat pantura kemudian memilih jalur tol.

''Tahun ini jangan sampai terjadi lagi. Kami menuntut ada koordinasi yang baik antara Pemkab Batang dan pengelola tol agar UMKM bisa dilibatkan di rest area. Jumlah rest area di jalur tol di wilayah Batang ada lima. UMKM dari Batang harus dilibatkan di setiap rest area yang ada,'' tegasnya.


(Trisno Suhito/CN40/SM Network)