• KANAL BERITA

Polres Klaten Kerahkan Ratusan Personel di Operasi Ketupat Candi dan Tanggap Bencana

Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono dan Muspida mengecek peralatan penanggulangan bencana, Rabu (6/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Bupati Klaten, Sri Mulyani didampingi Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono dan Muspida mengecek peralatan penanggulangan bencana, Rabu (6/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2018 di Kabupaten Klaten, tahun ini, berbeda dari tahun-tahun sebbelumnya. Mengingat ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi, operasi ketupat dipadukan dengan Operasi Tanggap Bencana.

''Baik Pemkab, TNI, Polri dan sukarelawan dengan ini sudah siap. Kalau sewaktu-waktu Merapi meletus,'' kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, Rabu (6/6), usai menghadiri pembukaan Operasi Ketupat Candi 2018 sekaligus Operasi Tanggap Bencana Gunung Merapi di Mapolres Klaten.

Kegiatan di halaman Mapolres dihadiri Muspida, Muspika, tokoh masyarakat, ormas, sukarelawan dan elemen lain. Bupati mengatakan, dengan operasi terpadu menunjukkan semua elemen siap menghadapi kemungkinan terburuk, letusan Gunung Merapi.

Kesiapan itu, lanjut Bupati, bukan hanya menyiagakan ribuan personel melainkan kesiapan logistik untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari tenda, dapur umum, alat transportasi dan lainnya. Dari sisi dana, ada anggaran Rp 500 juta untuk bencana ditambah dengan bantuan tak tersangka Rp 3 miliar dan dana siap cair jika nantinya letusan besar terjadi.

Dari pendataan ada 8.484 jiwa di lereng Gunung Merapi yang rawan terdampak. Warga di kawasan rawan bencana (KRB) itu ada di Desa Sidorejo, Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Tugas Ganda

Menurut Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, Operasi Ketupat Candi 2018 di Kabupaten Klaten dilekatkan dengan Operasi Tanggap Bencana Gunung Merapi. ''Personel memiliki tugas ganda,'' katanya.

Dalam rangka operasi terpadu itu, Polres mengerahkan 800 personel ditambah TNI, BPBD, sukarelawan dan Ormas. Apabila Gunung Merapi meletus maka personel memiliki tugas ganda. Sebab jika hanya satu tugas saja dikhawatirkan tidak akan cukup mengantisipasi bencana meskipun ada sukarelawan.

Polres sudah melakukan cek ulang ke jalur evakuasi, lokasi penampungan dan kondisi lingkungan untuk persiapan. Di Kabupaten Klaten, selain Polres,  memiliki dua kesatuan TNI AD yang memiliki mobilisasi kendaraan evakuasi memadai. Yaitu Kodim 0723/ Klaten dan Komando Pendidikan dan Latihan Tempur Rindam IV/ Diponegoro.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Bambang Gianto mengatakan, kondisi terakhir Gunung Merapi, terjadi letusan freatik pada Rabu (6/6) pagi. Namun jarak lontaran tidak sejauh letusan-letusan sebelumnya. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik dan waspada sehingga hari raya berlangsung aman dan damai.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)