• KANAL BERITA

Perdes Didorong Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Perangkat desa (perdes) di seluruh wilayah Boyolali didorong menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, baru sekitar 30 persen perdes yang terdaftar sebagai peserta.

“Ya, memang belum banyak,” ujar Boby Foriawan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten yang juga membawahi wilayah Kabupaten Boyolali.

Ditemui Suara Merdeka di sela- sela pemberian santuan kepada dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia, Selasa (5/6), pihaknya rutin melakukan sosialisasi lewat camat di 19 wilayah se- Boyolali.

“Sosialisasi juga dilakukan langsung kepada perangkat desa. Responnya bagus dan kami menunggu realisasinya, apalagi sudah ada SE Bupati terkait hal itu.”

Pihaknya berharap peringatan HUT ke-171 Kabupaten Boyolali mendorong kesadaran para perdes untuk secepatnya mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu sekaligus memberikan ketenangan perdes dalam bekerja.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyerahkan santuan kepada dua ahli waris perdes yang meninggal. Yaitu, atas nama almarhum Jamino, kadus II Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede. Dia meninggal akibat kecelakaan kerja dan mendapat santunan sebesar Rp 102 juta.

“Santunan juga diberikan kepada ahli waris almarhum Sriyono, perangkat desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota. Dia mendapat santuan sebesar Rp 28,9 juta.”

Sementara itu, Kades Pengkol, Kecamatan Karanggede, Riyono mengungkapkan, pemberian santunan semakin meyakinkan dirinya tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengaku, seluruh perdes di Pengkol masuk menjadi peserta BPJS Kesehatan baru sebulan lalu.

”Meski baru sebulan, namun BPJS Ketenagakerjaan langsung membayar klaim atau santunan kepada salah satu perangkat yang meninggal.”

Pihaknya juga berencana untuk mengajak ketua Rt dan Rw di Desa pengkol masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Total ada 16 ketua Rt dan 4 ketua Rw. “Kami baru melakukan sosialisasi agar semuanya menjadi jelas.” 


(Joko Murdowo/CN19/SM Network)