• KANAL BERITA

Pedagang Sriwedari Minta Pemkot Transparan

Pengendara motor memacu kencang kendaraannya di depan bangunan pedagang cinderamata, Kawasan Sriwedari, Solo, Senin (4/6). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)
Pengendara motor memacu kencang kendaraannya di depan bangunan pedagang cinderamata, Kawasan Sriwedari, Solo, Senin (4/6). (suaramerdeka.com/M Ilham Baktora)

SOLO, suaramerdeka.com - Sembilan pedagang terdampak pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) meminta Pemkot lebih transparan dalam memberikan pernyataan dan kejelasan penempatan lahan sementara. Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Rukun Santoso itu, meminta dipertemukan kembali sebelum pemagaran dilakukan usai Lebaran nanti.

‘’Kami harap Pemkot bisa lebih transparan dalam memaparkan lokasi mana saja yang akan digunakan pedagang terdampak. Jadi sampai saat ini kami masih belum memiliki pandangan seperti apa tempat dan bentuk bangunan yang akan ditempati,’’ jelas Ketua Paguyuban Rukun Santoso Sriwedari, Joko Sukamto, Senin (4/6).

Pihaknya mendukung pembangunan masjid, namun, Pemkot harus menyediakan lahan yang layak bagi pedagang, agar tetap menghasilkan pendapatan selama pembangunan berjalan. ’’Pelaku usaha merasakan dampak positif, namun lokasi yang disediakan harus jelas dan Pemkot mengatur waktu kembali untuk berembuk dengan pedagang,’’ katanya.

Menurutnya, Pemkot perlu melakukan audiensi dengan pedagang mengingat waktu puasa akan berakhir. Terlebih kejelasan pemindahan lokasi yang dipusatkan di selatan  Stadion Sriwedari belum disosialisasikan kembali kepada pedagang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, Subagiyo mengatakan, pihaknya bakal menampung usulan serta masukan yang disampaikan pedagang. Tekait relokasi di lahan selain kawasan selatan Stadion Sriwedari, pihaknya harus merundingkan kepada dinas-dinas terkait.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)