• KANAL BERITA

Pemkab Siapkan Kandang Komunal Ternak

Warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang menuntun ternaknya di jalan kampung sebab Gunung Merapi mulai tenang, Senin (4/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang menuntun ternaknya di jalan kampung sebab Gunung Merapi mulai tenang, Senin (4/6). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Pemkab Klaten menyediakan lahan untuk kandang ternak komunal bagi warga lereng Gunung Merapi. Lahan berjarak sekitar 2 kilometer dari barak pengungsian itu disiapkan untuk mengantisipasi apabila pengungsi membawa serta ternak-ternak mereka.

Beberapa waktu lalu warga meminta Pemkab menyediakan kandang untuk mengungsikan ternak-ternak mereka jika terjadi letusan Gunung Merapi. Pengalaman beberapa tahun lalu, warga enggan mengungsi karena keberatan ternak-ternak mereka ditinggal di rumah, padahal peliharaan itu salah satu sumber penghidupan mereka.

Tidak jarang, walau pun warga mengungsi, mereka nekat kembali ke rumah untuk ngurusi ternak-ternak yang ditinggalkan, meski kondisi Merapi dalam zona bahaya. Atas pertimbangan itu, Pemkab akhirnya menyediakan lahan untuk kadang ternak komunal.

''Untuk kandang ternak warga sudah tidak masalah. Nanti lahannya di dekat barak,'' jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Bambang Gianto, Senin (4/6).

Menurut Bambang, BPBD sudah mensurvei ke beberapa lokasi ada ada lahan yang siap. Lahan yang siap dijadikan kandang komunal itu merupakan lahan milik warga di dekat tiga barak pengungsian. Baik di barak Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan; barak di Demak Ijo, Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko dan barak di Desa Menden, Kecamatan Kebonarum.

Letak kandang itu maksimal akan berjarak dua kilo meter dari barak pengungsian. Dengan jarak sepanjang itu, pengungsi tidak akan kerepotan apabila hendak memberi makan ternaknya. Ternak berdasarkan erupsi tahun-tahun sebelumnya kadang menjadi kendala.

Warga yang tidak dievakuasi bersama ternaknya sekaligus akan kembali ke rumah asal yang membahayakan bagi keselamatan. Data di BPBD ada tiga desa di wilayah rawan yaitu Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

Kondisi Tenang

Dari ketiga desa yang memiliki jarak sekitar empat kilometer dari puncak Gunung Merapi itu ada 4.669 ekor sapi dan 1.338 ekor kambing. Namun jika radiusnya diperlebar ke desa lereng bawah, jumlah ternak bisa mencapai belasan ribu ekor.

Dari pantauan, kondisi Gunung Merapi sejak Minggu relatif terus bertambah tenang. Kesempatan kondisi aktivitas yang mereda itu digunakan warga dan sukarelawan untuk berbagai kegiatan. Warga dan sukarelawan ada yang membersihkan sepanjang jalur evakuasi dari rintangan. Baik batu, pohon dan ranting bambu.

Ada juga warga dan sukarelawan yang memperbaiki jalan evakuasi secara swadaya. Aktivis dari Jaringan Lintas Merapi (Jalin Merapi), Sukiman mengatakan, warga di dusunnya sudah mempersiapkan kandang ternak sementara di lokasi aman tetapi baru untuk dua dusun. Apabila Pemkab menyediakan di dekat barak tidak masalah dan disambut baik.

Namun sebelum digunakan perlu dipertemukan antara desa yang akan menempati dan desa yang akan ditempati, untuk menyamakan persepsi. Selain kandang adalah pakan ternak dan komboran. ''Jika status gunung sudah di level siaga, maka perlu bantuan untuk menyediakan pakan dan kombran ternak,'' ungkapnya.

Mengingat dalam kondisi siaga, warga tidak mungkin lagi mencari makan ternak ke desa asal. Kondisi gunung sejak hari Minggu menurutnya relatif tenang dan warga beraktivitas normal.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)