• KANAL BERITA

Ratusan Mahasiswa Unnes Demo Tolak Uang Pangkal

AKSI DEMO: Sekitar 400 mahasiswa Unnes menggelar aksi demo di depan rektorat menolak uang pangkal, Senin (4/6). (Foto: suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
AKSI DEMO: Sekitar 400 mahasiswa Unnes menggelar aksi demo di depan rektorat menolak uang pangkal, Senin (4/6). (Foto: suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com -  Sekitar 400 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar aksi unjuk rasa menolak diberlakukannya uang pangkal yang dibebankan pada mahasiswa baru tahun 2018 melalui jalur seleksi mandiri, Senin (4/6).  Aksi tersebut diwarnai adu mulut mahasiswa dengan petugas keamanan kampus yang menahan massa masuk di halaman Rektorat Unnes.

Aksi para mahasiswa diawali di depan pintu masuk Fakultas Matematika dan IPA atau kawasan simpang tujuh. Lantaran ditahan petugas keamanan kampus, mereka sempat berorasi sekitar 30 menit.

Namun, para mahasiswa akhirnya berhasil masuk sampai ke depan ruang rektorat untuk menyampaikan aspirasinya.

Koordinator aksi melalui humasnya, Bintang Indrawangsa Susanto mengatakan aksi ini dilakukan berdasarkan keresahan mahasiswa baru yang mengeluhkan mahalnya uang pangkal. ''Sebenarnya uang pangkal bukan hal baru lagi di Unnes, beberapa tahun yang lalu kami sempat melakukan protes terkait mahalnya uang sumbangan pembangunan intitusi,'' ucapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa menuntut untuk kebijakan uang pangkal dihapuskan.  Mahasiswa menuntut untuk dihapuskan kebijakan ini karena mahasiswa juga sudah terbebani oleh mahalnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Uang pangkal yang ditetapkan oleh Unnes berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 40 juta.

''Seharusnya semangat UKT itu kan menghapuskan uang sumbangan, tapi tahun ini diterapkan lagi uang pangkal, untuk itu kami menuntut rektor menghapus kebijakan tersebut,'' ujarnya.

Para mahasiswa sempat meminta untuk bertemu Rektor Unnes Prof Fathur Rahman, namun hari itu sedang tidak ada di tempat. 

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Humas Unnes Hendi Pratama mengatakan aksi damai yang dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa Unnes kurang tepat sasaran. Sebab, tuntutan tentang uang pangkal sudah disampaikan kepada perwakilan mahasiswa dan telah ditindaklanjuti dengan dialog dengan pimpinan Unnes pada Rabu (23/6). Ia menilai peserta aksi belum memahami beberapa konsep uang pangkal yang diberlakukan Unnes. 

''Uang pangkal hanya untuk seleksi mandiri sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017,'' jelasnya.

Besarannya, menurut Hendi, bebas dipilih oleh calon mahasiswa mulai golongan 1 Rp 5 juta,  golongan 2 Rp 10 juta, golongan 3 Rp 15 juta, golongan 4 Rp 20 juta dan golongan 5 Rp 25juta. Calon mahasiswa boleh memilih uang pangkal sesuai kemampuan ekonomi. 

''Jika memang calon berprestasi dan kondisi ekonomi tidak mampu maka boleh mengajukan uang pangkal nol. Pada jalur seleksi mandiri juga masih menerima peserta bidik misi,'' paparnya.

Mengenai transparansi yang ditanyakan oleh mahasiswa, ia menyatakan Unnes memiliki laporan keuangan yang diperiksa oleh kantor akuntan publik dan BPK.

''Jika yang dituntut adalah hapus uang pangkal, maka tuntutan ini salah sasaran karena yang mengeluarkan peraturan adalah Kemenristekdikti. Kami hanya menjalankan aturan sesuai permenristekdikti,'' jelasnya. 


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)