• KANAL BERITA

BPOM Masih Temui Makanan Berformalin di Pasar Rejowinangun

Petugas dari BPOM Semarang menguji laboratorium sejumlah makanan dan minuman yang diambil dari pedagang di Pasar Rejowinangun Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef F Amani)
Petugas dari BPOM Semarang menguji laboratorium sejumlah makanan dan minuman yang diambil dari pedagang di Pasar Rejowinangun Kota Magelang. (suaramerdeka.com/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang masih menemukan makanan yang mengandung formalin dan rodamin B di Kota Magelang. Padahal, kedua zat ini berbahaya untuk kesehatan, utamanya sebagai penyebab penyakit kanker.

Hal ini diketahui setelah tim BPOM Semarang melakukan uji laboratorium langsung di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Senin (4/6). Pengujian dengan mengambil sampel 31 jenis makanan dan minuman yang disinyalir mengandung zat berbahaya.

“Hasilnya empat makanan positif mengandung formalin dan rodamin B. Teri nasi dan cumi asin mengandung formalin, sedangkan rodamin B ada di slondok dan rengginang telo,” ujar staf Layanan Informasi Konsumen BPOM Semarang, Eni Zuniati di sela uji lab.

Eni menuturkan, ada beberapa kemungkinan alasan kenapa produsen empat jenis makanan itu menggunakan formalin dan rodamin B. Kemungkinan pertama, karena ketidaktahuan pengusaha atas berbahayanya zat itu bagi kesehatan tubuh.

“Biasanya zat itu dipakai untuk lebih menarik perhatian konsumen, karena tekstur lebih cerah dan awet. Padahal, dari sisi harga hanya terpaut sedikit dengan pewarna makanan yang tidak berbahaya bagi tubuh,” katanya.

Kemungkinan kedua, katanya, pengusaha memang membandel dengan memakai bahan pengawet mayat dan pewarna tekstil itu di dalam makanan. Untuk alasan ini, ia berharap ada tindakan serius dari pemerintah daerah agar ada efek jera.

“Segera akan kita buat surat untuk Disperindag, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) dengan tembusan Wali Kota Magelang yang berisi hasil temuan ini. Kami harap Pemkot Magelang menindak lanjuti ke pemilik usahanya,” tuturnya.

Meski masih ditemukan zat berbahaya dalam makanan, Eni menyebutkan, ada perubahan positif yang ia temukan kali ini. Setidaknya ada dua jenis makanan dan minuman yang sudah tidak lagi memakai rodamin B dan Formalin, yakni kue gula kelapa dan es cendol.


(Asef Amani/CN33/SM Network)