• KANAL BERITA

Pusat Keramaian Rawan Pelanggaran Parkir

Pengendara memarkirkan motor di tempat parkir kawasan Coyudan, kemarin. (SM/Yusuf Gunawan)
Pengendara memarkirkan motor di tempat parkir kawasan Coyudan, kemarin. (SM/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) M Usman menengarai belasan pusat keramaian di Solo rawan pelanggaran parkir selama libur Lebaran. Pemkot mengaku siap menggencarkan penertiban, demi menekan pelanggaran tersebut.

Belasan lokasi tersebut di antaranya Pasar Klewer, Pasar Gede,Jalan Mayor Sunaryo,Alun-alun Lor Keraton Surakarta,Pasar Singosaren,Taman Jaya Wijaya-Mojosongo, <I>citywalk<P> Jalan Slamet Riyadi, serta sejumlah mal.

"Saat Lebaran hari kedua, pelanggaran juga berpotensi terjadi di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan Taman Balekambang," ungkap dia usai Sosialisasi Persiapan Pelayanan Parkir Masa Lebaran 2018 dan Pembagian Seragam Petugas Parkir Baru di Aula Gedung Perburuhan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Minggu (3/6).

Usman mengatakan, pelanggaran parkir yang kerap dijumpai tersebut mencakup operasional juru parkir (jukir) liar, pelanggaran zona parkir oleh petugas resmi, serta penaikkan sepihak tarif parkir. "Aktivitas parkir selama Lebaran memang meningkat tajam, sehingga potensi pelanggaran itu juga besar. Tidak sedikit jukir liar dadakan atau musiman yang mengatasnamakan warga setempat, ikut beroperasi karena keterbatasan jukir resmi."

Usman menandaskan, Dishub beserta instansi terkait lain bakal menggalakkan razia guna menyikapi hal tersebut. Jika terbukti melanggar ketentuan, Dishub juga akan memberikan sanksi kepada jukir dan pengelola parkir resmi. Adapun penindakan jukir liar diserahkan kepada instansi yang berwajib.

"Kami juga minta pengguna jasa parkir untuk melaporkan pelanggaran tersebut kepada Dishub. Tentunya disertai bukti-bukti yang valid," tegas Usman.

Kepala Dishub Hari Prihatno menekankan, pengelola parkir dilarang menaikkan tarif parkir sepihak. "Tidak ada tarif parkir Lebaran. Semua tarif masih sesuai ketentuan yang berlaku," kata dia.

Hari meminta pengelola parkir untuk mengawasi jukir demi kenyamanan pengguna jasa dan para pemudik. "Ada sanksi mulai peringatan tertulis sampai pencabutan izin, jika pengelola parkir maupun jukir terbukti melanggar aturan," tegas Hari. 


(Yusuf Gunawan/CN34/SM Network)