• KANAL BERITA

Tanaman di Ladang Layu, Terancam Mati

SEMPROT TANAMAN: Seorang petani Desa Klakah, Kecamatan Selo menyemprotkan air dengan sprayer untuk membersihkan abu vulkanik Merapi yang menempel pada tanaman cabai dan tembakau  di ladangnya. (Foto suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
SEMPROT TANAMAN: Seorang petani Desa Klakah, Kecamatan Selo menyemprotkan air dengan sprayer untuk membersihkan abu vulkanik Merapi yang menempel pada tanaman cabai dan tembakau  di ladangnya. (Foto suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi merata di wilayah Kecamatan Selo dan mengancam merusak tanaman di ladang. Dari pantauan, abu vulkanik menempel pada dan daun dan batang tanaman. Akibatnya, sebagian tanaman sayuran dan tanaman tembakau mulai layu dan terancam mati.

Namun ada pemandangan lain. Areal ladang di Desa Tlogolele di sisi bawah seperti Dukuh Tlogolele dan Ngadirojo justru aman dari hujan abu. Padahal, desa tersebut adalah desa tertinggi di lereng Merapi. Hujan abu hanya mengenai dukuh di bagian atas seperti Dukuh Karang dan Stabelan.

Untuk mengurangi dampak abu, para petani membersihkan abu pada tanaman dengan cara manual. Caranya, tanaman digoyang- goyangkan dengan sebatang kayu sehingga abu yang menempel berguguran. Jika dibiarkan, tanaman menjadi layu.

Ada pula petani yang memilih membersihkan abu dengan alat penyemprot hama. Bedanya, sprayer tidak diisi pestisida, namun hanya diisi dengan air yang disemprotkan pada tanaman satu per satu. ‘’Lumayan, abunya bisa lebih bersih,’’ ujar Tentrem (50,) petani di Dukuh Klakah Dhuwur, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Minggu (3/6).

Dia pun berharap turun hujan agar abu yang menempel pada tanaman bisa bersih. ‘’Tak hanya abu yang menempel pada tanaman, namun juga abu yang mengotori genteng rumah dan pekarang bisa bersih. Dampak hujan abu, lingkungan menjadi kotor dan berdebu.’’

Petani lainnya, Yatno (49) mengungkapkan waswas tanaman tembakau di ladang miliknya mati akibat abu vulkanik Merapi. ‘’Setiap hari saya mengecek tanaman di ladang dan membersihkan abu secara manual dengan cara mengoyang- goyangkan batang tanaman.’’

Terpisah, Camat Selo, Jarot Purnomo mengaku belum mendata resmi tingkat kerusakan tanaman. Hanya saja, dari informasi para kades se- Kecamatan Selo, hujan abu hampir merata di seluruh wilayah sekecamatan.

‘’Abu vulkanik mengakibatkan sebagian tanaman layu dan terancam mati. Namun, para petani mulai membersihkan abu dengan cara manual. Mudah- mudahan saja turun hujan agar abu bisa bersih.’’ 


(Joko Murdowo/CN19/SM Network)