• KANAL BERITA

Di Jogja, Polisi Fokus Pengaman Jalur Wisata

Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) DIY dan jajarannya mulai bersiap menggelar Operasi Ketupat Progo 2018. Jalur dan lokasi wisata yang ada di provinsi ini menjadi salah satu titik fokus pengamanan yang akan dilakukan pihak kepolisian.

"DIY itu selain sebagai jalur mudik juga sebagai jalur wisata. Maka tempat-tempat wisata dan jalur-jalurnya menuju lokasi ke sana menjadi fokus perhatian (pengamanan) kami juga," tegas Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri.

Dia menyebut yang menjadi salah satu fokus pengamanan terutama yang menuju objek wisata pantai dan kawasan dataran tinggi. Di wilayah Gunungkidul dan Bantul serta Kulonprogo, obyek wisata tersebut tersebar begitu banyaknya.

"Di pantai kami fokuskan ke sana juga. Lalu di Dlingo serta Breksi misalnya. Yang pastinya masalah keamanan, kriminalitas, kemacetan dan kecelakaan memang menjadi fokus kami selama arus mudik nanti," papar jenderal bintang satu itu.

Sementara itu Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini, mengamini pernyataan Kapolda. Menurut dia, Kota Jogja sebagai lokasi tujuan pemudik juga berimbas pada ramainya tempat-tempat wisata dan perhotelan. Maka dari itu pihaknya juga mengaku akan memfokuskan pengamanan ke tempat-tempat seperti itu.
"Ini semua demi kenyamanan dan keamanan para pemudik," sambung dia.

Di Kota Jogja, kawasan Malioboro tetap menjadi fokus utama titik rawan kemacetan. Namun, pihaknya menyebut sudah memiliki sejumlah langkah antisipasi untuk memecah kemacetan bila terjadi yang dilakukan lewat rekayasan arus lalu lintas salah satunya dengan pengalihan arus.

"Untuk kejahatan jalanan, kami imbau ke masyarakat ketika ingin belanja jangan menggunakan uang tunai yang terlalu banyak, biasakan bawa kartu seperti kartu ATM, karena saat ini kartu itu sudah bisa untuk membayar. Kemudian jangan memakai perhiasan mencolok karena bisa mengundang aksi kejahatan," imbau perwira polri yang belum lama dilantik sebagai Kapolresta Jogja ini.

Lebih lanjut Armaini memastikan, bahwa pihak kepolisian akan memastikan keberadaan personel polisi di tengah masyarakat. Dengan begitu maka akan muncul rasa aman bagi masyarakat namun rasa takut bagi pelaku kejahatan.

"Di samping itu juga dilakukan kegiatan preventif, seperti patroli sepeda motor, bersepeda, berjalan kaki. Kami ingin menghadirkan anggota polri di tengah masyarakat agar rasa aman tercipta," tandas Kapolresta.


(Gading Persada /CN40/SM Network)