• KANAL BERITA

Gus Yaqut Minta Ansor Tiru Keberanian Cak Imin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, saat memberi sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila bertema "Alquran Suci, Pancasila Sakti, di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Sabtu (2/6) malam.(suaramerdeka.com/dok)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, saat memberi sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila bertema "Alquran Suci, Pancasila Sakti, di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Sabtu (2/6) malam.(suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan, rasa kagumnya kepada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang telah memberi teladan tentang pentingnya keberanian untuk membuat sejarah kepada seluruh elemen bangsa. Terutama kader Ansor, Banser, dan warga Nahdliyin secara umum.

“Kita tahu sahabat-sahabat sekalian, Cak Imin ini dengan gagah berani mencalonkan dirinya menjadi Calon Wakil Presiden,” kata Gus Yaqut, sapaan akrabnya, saat memberi sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran dan Hari Lahir Pancasila bertema "Alquran Suci, Pancasila Sakti, di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Sabtu (2/6) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mantan Kepala BIN dan penasihat GP Ansor, KH As'ad Said Ali, dan ratusan anggota Ansor dan Banser.

Gus Yaqut melanjutkan, keberanian Cak Imin menjadi Cawapres adalah sebuah langkah yang patut diapresiasi sekaligus diteladani. Cak Imin adalah sosok yang konsisten mengajarkan dan menunjukkan bahwa negeri ini didirikan oleh para pemberani.

Langkah-langkah politik yang berani selalu ditunjukkan Wakil Ketua MPR RI itu selama ini. Dia bebas dan leluasa menemui serta diterima dengan baik oleh siapa pun dan kapanpun lantaran keberaniannya.

“Jadi sahabat-sahabat sekalian, sudah sepantasnya kita mendengarkan tausyiah Cak Imin bagaimana menjadi orang yang berani dan mengubah sejarah,” tegas Gus Yaqut.


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)