• KANAL BERITA

KKP Bahas Rencana Zonasi KSN Kedungsepur

Direktur Perencanaan Ruang Laut, Ditjan Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Suharyanto (dua dari kanan) saat memaparkan materi dalam diskusi di Hotel Kesambi Hijau Semarang. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Direktur Perencanaan Ruang Laut, Ditjan Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Suharyanto (dua dari kanan) saat memaparkan materi dalam diskusi di Hotel Kesambi Hijau Semarang. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar diskusi membahas rencana zonasi (RZ) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kedungsepur di Hotel Kesambi Hijau Semarang, Kamis (31/5). Direktur Perencanaan Ruang Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP, Suharyanto mengatakan, zonasi itu penting bagi Jateng, khususnya di kawasan pantai utara (pantura) Jawa.

''Dalam pengaturan ruang sangat mungkin terjadi perubahan, seperti awalnya berupa daratan kini menjadi perairan. Ketika sudah menjadi perairan laut, ini perlu ada ketentuan pengaturan ruangan tersebut,'' tandas Suharyanto, kepada wartawan di sela-sela diskusi. 

Menurut dia, penyusunan rencana zonasi KSN ini harus memiliki garis pantai yang sama. Berdasarkan peta perairan laut pada 2007 dan 2017, diketahui terjadi perubahan antara dua hingga lima kilometer. Misalnya, di Demak ada yang garis pantainya mundur mencapai dua kilometer. Ini terjadi karena berbagai macam faktor, seperti perubahan alam, rob, ulah manusia, mau pun reklamasi. Dasar rencana zonasi ini sekalian untuk mengatur kembali peraturan daerah (perda), peraturan pemerintah (PP), rencana tata ruang wilayah (RTRW), serta rencana tata ruang (RTR) KSN Kedungsepur. 

Bahwa, zonasi pengelolaan ruang laut itu ada perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, serta pengawasan. Suharyanto mengatakan, zonasi itu juga untuk menentukan rencana peruntukan dari laut. ''Rencana zonasi adalah menselaraskan kegiatan yang ada saat ini sampai tahun mendatang. Misalnya, ada penataan kawasan pelabuhan luas, industri, maritim, serta peta,'' katanya.

Penyusunan RZ KSN Kedungsepur ini merupakan amanat Undang undang (UU) Nomor 32/ 2014 tentang Kelautan. Diskusi itu diikuti puluhan orang, terdiri atas pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, TNI, serta akademisi. 

Akademisi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Undip Sutrisno Anggoro mengatakan, penyusunan rencana zonasi itu harus ada sinkronisasi antara KSN darat dan laut. RTRW juga harus dicermati karena masih menggunakan garis pantai. 


(Royce Wijaya/CN40/SM Network)