• KANAL BERITA

Rob Sisakan Lumpur Warna Hitam

foto: istimewa
foto: istimewa

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Gelombang air pasang atau rob di sejumlah wilayah utara Pekalongan mulai surut. Namun Wali Kota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengkhawatirkan rob yang mulai surut itu meninggalkan lumpur warna hitam.

Warga juga khawatir lumpur tersebut memicu penyakit kulit dan gatal-gatal pada warga. Untuk itu, Wali Kota memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (KLH) untuk meninjau kelurahan-kelurahan terdampak rob untuk mengantisipasi berbagai dampak setelah rob.

Wali Kota mengatakan, rob yang menggenangi sembilan kelurahan di Kota Pekalongan sudah surut. Namun ia prihatin karena setelah rob surut menyisakan endapan berwarna hitam. Ia khawatir, endapan lumpur tersebut bisa memicu timbulnya penyakit.

"Karena itu, saya minta Dinas Kesehatan dan dinas terkait seperti Lingkungan Hidup untuk bisa turun dan melihat ke lapangan untuk mengkaji berbagai hal yang bisa menimbulkan penyakit," kata dia, saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional di Ruang Amarta Setda, Rabu (30/5).

Menurut dia, dampak rob tersebut perlu disikapi untuk mengantisipasi berbagai penyakit. Dengan meninjau kelurahan terdampak rob, dampak tersebut bisa diantisipasi. Selain itu, Wali Kota berencana mengundang tokoh masyarakat dan praktisi lingkungan serta sejumlah instansi terkait untuk berdiskusi membahas penanganan rob ke depan.

"Kami akan menyelenggarakan FGD (forum group discussion) untuk mendiskusikan penanganan rob. Harapannya, ada masukan-masukan dari berbagai pihak untuk mengatasi rob di Kota Pekalongan," jelasnya.

Ada pun kelurahan terdampak rob adalah Kelurahan Bandengan, Padukuhankraton, Kandang Panjang, Panjang Wetan, Panjang Baru, Krapyak, Pasir Kraton Kramat,  dan Tirto. Luas wilayah yang tergenang rob 1.363,13 hektare. Data terakhir menyebutkan warga terdampak rob 20.818 kepala keluarga (KK) dan warga yang mengungsi 3.732 jiwa.


(Red/CN40/SM Network)