• KANAL BERITA

Ditemukan Teri Berformalin dan Ikan Berrhodamin

Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, bersama  Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) memeriksa kandungan formalin pada teri yang dijual pedagang di Pasar Trayeman, Rabu (30/5). (suaramerdeka.com/Cessnasari)
Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, bersama Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) memeriksa kandungan formalin pada teri yang dijual pedagang di Pasar Trayeman, Rabu (30/5). (suaramerdeka.com/Cessnasari)

TEGAL, suaramerdeka.com - Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Kabupaten Tegal memeriksa makanan di pasar tradisional dan modern pada Rabu (30/5). Pemeriksaan dilakukan di Pasar Trayeman, Toserba Yogya dan Swalayan Mutiara Cahaya, Slawi.

Kegiatan ini bertujuan mengecek keamanan produk pangan yang dijual di pasar tradisional dan modern, agar aman dikonsumsi masyarakat. Turut dalam kegiatan itu, Sekda Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Suspriyanti , Kepala Dinas Kesehatan, Hendadi Setiaji, serta perwakilan dari Satpol PP, Satreskrim Polres Tegal.

Di Pasar Trayeman, Tim mengambil 22 sampel makanan,di antaranya cumi, teri kering dan basah, ikan olahan, lontong, tahu cokelat, bakso, kolang-kaling dan semangka. Sampel makanan diuji menggunakan alat tes formalin,borak, rhodamin, methyl yellow dan chlorin.

Pengujian langsung di depan pedagang dengan disaksikan pengunjung pasar. Tim menemukan teri kering mengandung formalin dan olahan ikan mengandung rhodamin.  ‘’Silakan ibu-ibu, bapak-bapak melihat, kalau teri ada kandungan formalin, saat diuji  akan berwarna ungu,’’ ujar Joko.

Agar pedagang tidak merasa dirugikan, Kepala Dinkes membayar teri yang disita. Waisah (55), pedagang ikan asin, mengaku membeli teri kering dari salah seorang pedagang di Pasar Banjaran. ‘’Saya tidak tahu kalau teri mengandung formalin, karena membeli dari pedagang di Pasar Banjaran,’’ katanya.

Pasar Modern

Usai melakukan pemeriksaan di pasar tradisional, Tim SKPT beralih memeriksa makanan di pasar modern. Pemeriksaan meliputi tanggal kedaluwarsa, bentuk kemasan serta izin edar. Di swalayan ini, Tim  mengambil sampel anggur, kulit lunpia, jamur tiram putih,kentang beku dan olahan ikan serta mengecek isi parcel.

‘’Untuk parcel dilakukan pemeriksaan jenis makanan apakah sesuai dengan label daftar jenis makanan dan tanggal kedaluwarsa makanan. Ternyata cocok,’’ jelas Kepala Dinkes, Hendadi Setiaji.

Dari pemeriksaan itu, masih ditemukan produk makanan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa seperti jamur tiram, kemasan dalam kondisi rusak dan tak layak dijual. Selain itu menemukan beras di atas harga eceran tertinggi (HET).

Supervisor swalayan, Efa Friadi Saputro menyebutkan, pihaknya akan menindaklanjuti hasil pemeriksaan makanan. ‘’Untuk pemeriksaan produk kami sudah memiliki jadwal buru expired . Pemeriksaan dilakukan rutin dua kali dalam seminggu,’’ sebutnya.

Sementara itu di swalayan Mutiara Cahaya, Tim menemukan produk susu, kacang hijau, snak pocky,susu yang sudah rusak kemasannya. Selain itu menemukan produk  tanpa disertai tanggal kedaluwarsa seperti bakso dan rujak.

‘’Kami mengimbau manajemen swalayan lebih teliti dan melakukan pembinaan terutama pada makanan yang tidak terdapat label nomor MD, ML dan PIRT di kemasan,’’ imbuh Hendadi.


(Cessnasari/CN40/SM Network)