• KANAL BERITA

Swalayan Diminta Tarik Produk Makanan Tak Dikemas dalam Plastik

Salah satu swalayan di Jalan Fatamawati, Pedurungan, mendapatkan teguran dari Dinas Perdagangan Kota Semarang karena menjual makanan dalam keadaan terbuka atau tidak dalam kemasan. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Salah satu swalayan di Jalan Fatamawati, Pedurungan, mendapatkan teguran dari Dinas Perdagangan Kota Semarang karena menjual makanan dalam keadaan terbuka atau tidak dalam kemasan. (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Perdagangan Kota Semarang menemukan produk makanan yang dikemas tidak dalam plastik di salah satu swalayan di Jalan Fatmawati, Pedurungan. Produk itu berupa nuggets atau daging olahan yang dilapisi dengan tepung berbumbu.

Produk asli dari pabriknya, makanan itu dikemas dalam sebuah bungkus plastik dengan berat ukuran tertentu. Namun, ternyata produk itu dibuka dan ditaruh dalam sebuah toples. Dianggap tidak steril dan menyalahi aturan, produk makanan diminta untuk ditarik. Menurut Fajar, teguran ini telah sesuai dengan UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan, pasal 84 mengenai kemasan produk.

''Produk makanan ini harus ditaruh dalam kemasan plastik. Itu telah sesuai dari pabrikannya. Ditakutkan kalau terbuka dapat terkontaminasi kuman,'' kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, saat melakukan kegiatan sidak pasar, Rabu (30/5).

Sidak juga dilakukan ke salah satu industri rumah tangga, Rumah Sembako di Jalan Ketileng Indah Utara I No 19C. Ada laporan dari warga jika tempat tersebut menjual produk yang tidak memiliki izin.

''Mereka menjual kacang-kacangan produk handmade yang ditaruh dalam kemasan dan merk tertentu. Ini menyalahi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) khusus untuk makanan. Harusnya mereka mengurus izinnya dulu ke Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK). Sementara kalau produk resmi, baru ke BPPOM,'' ujar dia.

Karyawan Rumah Sembako, Dimas Ajeng (19), mengaku jika produk kacang-kacangan yang mereka kemas ulang itu berupa kacang mete, kacang telor, kacang krispy, kacang kupas, dan emping. Mereka dikemas dan diberi label produk ''Kacangkoe dan Krupukku''.

''Kami hanya menjual produk pesanan paketan berupa parsel. Mereka tinggal memilih jenis pesanan makanan dan minumannya berdasarkan daftar katalog. Satu paket ada 13 atau 14 item makanan dan minuman. Harga dibanderol sekitar Rp 800 ribu per paketnya. Hanya dilakukan saat menjelang lebaran, sementara hari-hari biasa berjualan sembako,'' papar dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN40/SM Network)