• KANAL BERITA

Rel KA Dilarang Jadi Lokasi Ngabuburit

Sejumlah warga duduk-duduk santai menunggu buka puasa di rel kereta api di  Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Sejumlah warga duduk-duduk santai menunggu buka puasa di rel kereta api di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kebiasaan warga menunggu waktu berbuka puasa dengan berkumpul di rel kereta api (KA) masih tetap berlangsung. Meski pun sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa, namun setiap Ramadan, rel kereta api masih menjadi lokasi favorit warga untuk ngabuburit.

Seperti terlihat di Kelurahan Panjer, Kebumen, setiap waktu menjelang berbuka puasa, warga tumpah ruah di rel kereta api. Tua muda, hingga anak kecil duduk di rel KA. Saat kereta akan melintas, warga tanpak santai dan baru minggir setelah kereta mendekati area tersebut.

Banyaknya warga membuat beberapa penjual aktif menjajakan daganganya setiap sore. Bahkan adanya proyek rel ganda membuat tempat ngebuburit semakin ramai. Warga baru mulai beringsut pulang beberapa menit menjelang adzan maghrib berkumandang.

Bukan hanya di Kelurahan Panjer, beberapa lokasi rel kereta api lainnya juga menjadi tempat favorit untuk berkumpul menunggu datangnya buka puasa.  Antara lain di Stasiun Wonosari Kebumen, palang pintu perlintasan rel Tamanwinangun Kebumen, perlintasan palang pintu kereta api Kedawung Pejagoan, palang pintu Kebulusan Pejagoan dan Stasiun Sokka.

Ahmad (48) salah satu warga yang sedang ngabuburit di perlintasan rel Kelurahan Panjer mengemukakan, kawasan tersebut sudah menjadi tempat ngabuburit sejak puluhan tahun silam. Warga yang datang bukan hanya dari Panjer dan Tamanwinangun melainkan juga dari berbagai penjuru wilayah Kebumen. "Dahulu warga yang datang ke sini banyak yang menggunakan delman. Warga yang datang banyak yang dari pesisir selatan," ujarnya.


(Supriyanto/CN40/SM Network)