• KANAL BERITA

Warga Peduli AIDS Baturetno Dideklarasikan

MENYEMATKAN PIN : Camat Baturetno Teguh Setiyono menyematkan pin saat mendeklarasikan Warga Peduli Aids (WPA) di pendapa kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Selasa (29/5). (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
MENYEMATKAN PIN : Camat Baturetno Teguh Setiyono menyematkan pin saat mendeklarasikan Warga Peduli Aids (WPA) di pendapa kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Selasa (29/5). (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Warga Peduli Aids (WPA) tingkat desa se-Kecamatan Baturetno dideklarasikan di pendapa Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Selasa (29/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menekan peningkatan jumlah penderita HIV/Aids. Selain itu memberikan edukasi kepada masyarakat dan mengantisipasi diskriminasi terhadap orang dengan HIV/Aids (ODHA).

Camat Baturetno, Teguh Setiyono mengatakan, penderita HIV/Aids di Wonigiri dari tahun ke tahun semakin meningkat signifikan. "Maka menindaklanjuti Rakor Penanggulangan HIV/Aids tanggal 8 Mei di pendapa Kabupaten Wonogiri yang lalu, Bupati Wonogiri memerintahkan perlunya segera dibentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di desa-desa," katanya.

Dia mengungkapkan, WPA di setiap desa diisi empat unsur. Antara lain unsur kepala desa, Kasi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa, Tim Penggerak PKK Desa, serta tokoh-tokoh masyarakat yang meliputi tokoh agama, tokoh pemuda, hingga karangtaruna. "Kami berharap WPA dengan dukungan APBDes dapat bekerja sama UPT Puskesmas serta segera menindaklanjuti dan menyusun rencana kegiatan di desa masing-masing," katanya.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama UPT Puskesmas dan WPA berencana menggelar Aksi Bersama Peduli HIV/Aids. Aksi itu akan diisi sosialusasi dan penyebaran leaflet atau brosur kepada kaum boro (perantauan) di Terminal Baturetno saat mudik lebaran mendatang. "Kasus HIV/Aids di Baturetno ada 10 orang penderita, berasal dari kalangan remaja, ibu rumah tangga, petani dan sopir. Yang sudah meninggal tiga orang penderita," imbuhnya.

Sebelumnya, sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri Ige Budiyanto saat menggelar Rakor Penanggulangan HIV/AIDS di pendapa Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini memaparkan, AIDS terdeteksi pertama kali di kabupaten tersebut tahun 2001 silam sebanyak dua orang. 

Tahun 2007 lalu, jumlahnya bertambah menjadi empat orang. Sepuluh tahun kemudian atau pada 2017 lalu jumlahnya meningkat menjadi 338 orang. Adapun pada 2018 hingga bulan Maret lalu, jumlahnya telah meningkat lagi menjadi 418 orang. "Sebanyak 125 orang di antara mereka telah meninggal dunia," ujarnya.


(Khalid Yogi/CN41/SM Network)