• KANAL BERITA

PGRI: Pemda Kurang Beri Perhatian pada Nasib Guru

Dana Pendidikan Diambil dari DAU

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah daerah saat ini kurang memperhatikan nasib guru. Hal ini karena dana alokasi umum untuk guru di daerah justru digunakan untuk dana pendidikan secara umum.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Usman Tonda mengungkapkan, seharusnya dana pendidikan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"Alokasi dana 20 persen untuk pendidikan itu kan harusnya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Tapi malah diambil dari dana alokasi umum (DAU) untuk guru," kata Usman di Jakarta, Rabu (30/5).

Selain itu, akibat lemahnya koordinasi membuat kebijakan pendidikan tidak sampai ke tingkat lokal. Ini berdampak tak hanya pada guru, tetapi kualitas pendidikan di daerah tersebut.

"Belum lagi kalau sedang pemilihan kepala daerah (pilkada), guru 'diseret' ke sana ke mari. Jika tidak memihak, guru dimusuhi," kata dia.

Karena itu menurut dia, rencana penarikan pengelolaan guru ke pusat dinilai bisa menjadi solusi. Dengan ditangani pusat, dia merasa persoalan guru bisa lebih baik.

"Rencana penarikan kewenangan pengelolaan guru ke pusat ini sebenarnya sudah dilontarkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi baru jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang berhasil. Tapi itupun baru ditarik ke provinsi," ujar dia.


(Rep/CN19/SM Network)