• KANAL BERITA

Tamara Kagumi Keberagaman Warga Wonosobo

Tamara Bleszynski berinteraksi dengan para siswa SLB Dena Upakara di sela mengikuti kegiatan Peace Train dan peserta lintas agama se-Indoneisa di Wonosobo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Tamara Bleszynski berinteraksi dengan para siswa SLB Dena Upakara di sela mengikuti kegiatan Peace Train dan peserta lintas agama se-Indoneisa di Wonosobo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Aktris Tamara Bleszynski mengaku sangat kagum dengan Wonosobo, serta semangat warganya untuk membina keberagaman di tengah berbagai perbedaan. Menurutnya, Wonosobo selain memiliki alam yang sejuk, keberagaman yang terus dipupuk juga semakin menjadikan Wonosobo aman dan damai. Untuk membangun harmoni di tengah-tengah masyarakat, harus dimulai dari membangun perdamaian antarsesama manusia yang memiliki kepercayaan agama masing-masing.

Pandangan itu disampaikan Tamara saat melakukan dialog dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo, DPRD, Mantan Bupati Wonosobo Kholiq Arif serta rombongan Peace Train Indonesia (PTI) angkatan ke-5 di Masjid Al Manshur Kauman Wonosobo, baru-baru ini. Dialog dilakukan Tamara usai mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara Wonosobo.

"Saya jujur sangat kagum dengan apa yang saya lihat hari ini. Kami melihat kerukunan dan keberagaman dari interaksi keseharian sampai di tempat-tempat ibadah. Peace adalah kedamaian dan mudah-mudahan jadi harmoni. Selama dua hari saya mengikuti perjalanan rombongan PTI bersama para aktivis Gusdurian Wonosobo dan tokoh agama mengunjungi beberapa rumah ibadah dan pendidikan," beber dia.

Dengan berkunjung dan berdialog langsung seperti itu, aku Tamara, maka dirinya bisa memahami agama atau kepercayaan orang lain. Setelah itu akan mampu memahami dan akan bisa peduli. "Jadi menurut saya, 'Sharing is Caring'. Sharing adalah cinta kasih. Tapi sayangnya sosial media sekarang banyak dipenuhi kata-kata kasar yang merusak itu semua,” tutur Tamara, yang mengaku sangat suka dengan minuman olahan Carica khas Wonosobo itu.

Saat berkunjung ke SLB Dena Upakara, dia mengaku merasa terharu berada di tengah-tengah siswi yang luar biasa, dengan keterbatasan mereka. Dia sangat tersentuh saat melihat anak-anak tunarungu yang ternyata tetap bisa berprestasi dan melakukan hal-hal yang dilakukan anak-anak seusiannya. "Tidak ada yang mustahil jika kita mau usaha dan berlatih. Kami sangat salut dengan prestasi mereka, meskipun dalam keterbatasan," terang dia.

Selain mengunjungi Masjid Al Manshur, rombongan juga melakukan live-in di Pondok Pesantren Yayasan Al-Manshur, kemudian dilanjutkan kunjungan ke Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosobo, dan Vihara Bodhi Wahana. Selain itu, selama di Wonosobo peserta mengunjungi basis jamaah Ahmadiyah di Kecamatan Watumalang dan beberapa tempat ibadah di Desa Reco Kecamatan Kertek sebelum melanjutkan perjalanan.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)