• KANAL BERITA

Sepekan, Warga Bertahan di Pengungsian

MENEROBOS: Warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, menerobos genangan rob yang menggenangi jalan menuju rumahnya, Selasa (29/5). (suaramerdeka.com/Isnawati)
MENEROBOS: Warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, menerobos genangan rob yang menggenangi jalan menuju rumahnya, Selasa (29/5). (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Kendati rob mulai surut, namun gelombang air pasang tersebut masih menggenangi rumah mereka, sehingga beberapa warga bertahan di lokasi pengungsian, Selasa (29/5). Warga menunggu rob benar-benar kering, setelah sepekan banjir rob menggenangi sejumlah kelurahan di Kota Pekalongan.

Mulyani, warga Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara mengatakan, rob yang menggenangi rumahnya saat ini sudah mulai surut. Namun, ia masih bertahan di pengungsian sampai rob benar-benar surut.

‘’Di dalam rumah sudah agak surut, tapi masih nyemek (becek). Nanti kalau sudah benar-benar surut saya kembali ke rumah,’’ kata dia, saat ditemui di beranda Gedung Kesenian dan Olahraga (GOR) Jetayu, Selasa (29/5) sore.

Mulyani dan keluarganya sudah mengungsi selama lima hari di GOR Jetayu. Ratni, warga RT 02/ RW 07 Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara juga memilih bertahan di pengungsian sembari menunggu rob benar-benar surut.

‘’Pulangnya nanti kalau sudah benar-benar surut. Sebenarnya sudah rencana mau pulang. Tapi ada yang bilang, kalau rob akan datang lagi. Kabar ini membuat saya waswas,’’ kata Ratni.

Ratni dan anak-anaknya juga sudah lima hari berada di pengungsian.

Sementara itu, di dalam GOR Jetayu, di antara sejumlah warga yang tengah tidur, Sri, warga Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, terlihat berkemas. Sejumlah pakaian kotor dimasukkannya ke dalam plastik hitam. Setelah penuh, ia berpamitan dengan saudaranya.

Sore itu, Sri akan pulang untuk mencucui pakaian dan bersih-bersih rumah. Namun, ia belum berencana tinggal di rumahnya. ‘’Pulang sebentar, mencuci pakaian sambil bersih-besih. Nanti kalau sudah selesai kembali ke sini lagi. Tidur di sini,’’ kata dia.

Selama di pengungsian, warga terdampak rob mendapat jatah dua kali makan, buka puasa dan sahur. ‘’Makanan terjamin. Buka puasa dan sahur lancar,’’ kata Mulyani. 


(Isnawati/CN40/SM Network)