• KANAL BERITA

Rob Surut, Waspada Air Berwarna Hitam

Air rob sudah mulai surut di wilayah Pekalongan, namun air yang menggenangi itu kini terlihat kehitam-hitaman yang dikhawatirkan menimbulkan penyakit gatal pada kulit. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
Air rob sudah mulai surut di wilayah Pekalongan, namun air yang menggenangi itu kini terlihat kehitam-hitaman yang dikhawatirkan menimbulkan penyakit gatal pada kulit. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Genangan air rob di sejumlah wilayah di pesisir utara Kota Pekalongan mulai surut. Namun, warga diminta waspada mengingat air genangan saat ini justru berwarna kehitam-hitaman yang diprediksi menyebabkan penyakit gatal-gatal.

Mufid, anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan mengingatkan masalah itu dalam rapat dengar pendapat gabungan Komisi A, B dan C  dengan beberapa instansi terkait. Dari eksekutif hadir Sekda Sri Ruminingsih, Kepala Dinas Kesehatan, Slamet Budiyanto, kepala DPU, Jiko Purnomo, Kepala Diskominfo, Sri Budi dan beberapa pimpinan OPD terkait.

Dalam rapat itu yang dipimpin Sujaka Martana itu, membahas tentang upaya Pemkot Pekalongan terhadap korban terdampak rob sejak 22 Mei hingga sekarang. Mufid minta Dinas Kesehatan menyiapkan sejak dini. ‘’Yang jelas, selama ini setiap rob datang, penyakit gatal-gatal pada kaki selalu menyerang warga,’’ katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Slamet Budiyanto mengatakan, dalam membantu korban rob, pihaknya menyiapkan tujuh posko yang tersebar di beberapa wilayah genangan rob.

Untuk Puskesmas Pasirsari dan Bandengan, tidak bisa melakukan pelayanan di Puskesmas setempat karena kondisinya tidak memungkinkan. Dua puskesmas itu dalam pelayanan kepada masyarakat saat rob dilakukan secara mobile/tidak menetap. Begitu dibutuhkan, petugas akan meluncur.

Bagi korban yang menjadi peseta BPJS, dalam kondisi darurat, mereka juga diperbolehkan memeriksakan ke Puskesmas lain. ‘’Saya sudah koordinasi dengan BPJS, dan itu diperbolehkan,’’ katanya.

Sekda Sri Ruminingsih menjelaskan, sampai kini, masih ada 1.500 pengungsi belum kembali ke rumahnya, karena genangan air masih tinggi. Mereka tetap mendapatkan kiriman makanan dari dapur umum yang dipusatkan di GOR Jetayu.

Sedangkan bagi warga yang tidak ada di lokasi pengungsian akan dibantu sembako. Menurut dia, ada sekitar 20.000 KK yang akan dibantu sembako bantuan dari Provinsi 50 ton beras. ‘’Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan bantuan sembako itu bisa diwujudkan,‘’ katanya.

Sekda menambahkan, besarnya rob di Pekalongan karena akibat air laut mengalami pasang yang cukup tinggi. Dengan demikian tanggul yang sebelumnya dibangun terjadi limpasan air. Bahkan ada 13 titik di Sungai Meduri yang jebol. Sehingga air sungai yang berasal daari laut itu mengalir ke beberapa wilayah di Kota Pekalongan.


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)