• KANAL BERITA

Jalin Kebersamaan Melalui Tarhim Ramadan

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan pengarahan usai melakukan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) di Masjid As Syuhada Makodim Wonosobo. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli memberikan pengarahan usai melakukan Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) di Masjid As Syuhada Makodim Wonosobo. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Kodim 0707, Polres dan segenap elemen masyarakat melakukan sinergitas menjalin kebersamaan melalui Tarawih dan Silaturahmi (Tarhim) selama momen Ramadan. Sinergitas dilakukan guna terwujudnya situasi wilayah Wonosobo yang aman, damai dan kondusif. Hal itu seperti yang terlihat di Masjid As Syuhada Makodim Wonosobo, kemarin.

Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli menyebutkan, penting rasanya saling bersinergi membangun negeri ini dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Caranya dengan terus memupuk persatuan dan kesatuan serta menjaga stabilitas khususnya di wilayah Wonosobo.

"Dengan tarhim bersama menunjukan sebuah keharmonisan di antara Pemda, TNI, Polri, Ulama serta masyarakat bersatu menjalankan ibadah," ujar dia.

Dengan ibadah bersama diharapkan kebersamaan tersebut berimbas pada kehidupan sehari hari. Dia menjabarkan, sebagian ulama membagi bulan Ramadan menjadi tiga bagian. Yakni pertama, sepuluh hari pertama Ramadan yang sudah dilewati, dinamakan terbukanya pintu rahmat Allah kepada hamba-hamba-nya yang menunaikan puasa. Sepuluh hari kedua atau pertengahan, yang sedang dijalani, dinamakan magfirah yakni diampuninya segala dosa-dosa oleh Allah.

Sementara sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dinamakan pembebasan dari api neraka. Selaras dengan itu, memasuki sepuluh hari kedua di bulan Ramadan, sepatutnya harus mampu dimaknai bukan semata-mata menahan lapar dan haus, melainkan mengambil hikmah yang mendalam,
yakni sebagai momentum strategis bagi kita untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih positif, memperbaharui diri menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

"Selain itu kita harus lebih menikmati dan mensyukuri anugerah yang telah diberikan Allah. Untuk itu mari di bulan yang penuh maghfirah pada sepuluh hari kedua ini, kita bersama-sama memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan, memohon ampunkan kedua orang tua kita, para pendahulu kita, saudara-saudara kita serta nantinya dapat merefleksikan kemagfirahan bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari nantinya," tutur dia.

Diharapkan, Ramadan juga harus menahan dari segala sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, juga merefleksikan diri untuk
turut hidup berdampingan dengan orang lain, alam dan mahluk lain secara harmonis. Selain itu memusnahkan kecemburuan sosial serta
melibatkan diri dengan sikap tepa selira dengan menjalin hidup dalam kebersamaan, serta melatih diri untuk selalu peka terhadap lingkungan, baik terkait keimanan-nya maupun ketertiban-nya.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)