• KANAL BERITA

Kinerja Pelindo III Terdongkrak Geliat Ekonomi

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peningkatan arus kunjungan kapal dan arus barang di tiga pelabuhan yang dikelola perseroan dicatat PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pertumbuhan tersebut didukung oleh roda perekonomian yang menggeliat di wilayah kerja Pelindo III. Di Surabaya, Pelindo III mencatat lonjakan arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 39 persen pada kuartal I/2018.

Direktur Utama Pelindo III Ari Askhara mengatakan jumlah kapal yang berlabuh di Tanjung Perak dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai 3.297 unit. Berdasarkan tonase, bobot kapal yang bersandar mencapai 26,5 juta gros ton atau tumbuh 56 persen. Dengan kata lain, bobot kapal yang bersandar di Tanjung Perak semakin besar dalam periode Maret 2017-Maret 2018.

Seiring dengan peningkatan arus kapal, Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak dalam satuan boks meningkat 9% menjadi 138.603 boks. Arus pengiriman hewan juga tumbuh 36 persen menjadi 2.699 ekor. Adapun, arus barang dalam satuan meter kubik mencapai 186.000 meter kubik atau 1,86 kali dari target perseroan.

Ari menuturkan peningkatan arus kapal dan arus barang mencerminkan pertumbuhan roda ekonomi. Untuk diketahui, di kuartal I/2018, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,06 persen, lebih tinggi dari posisi kuartal I/2017 sebesar 5,01 persen. "Ini sejalan dengan kinerja logistik di pelabuhan yang kami kelola. Pelabuhan menjadi simpul penting distribusi barang dalam rantai pasok perdagangan," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (28/5).

Pelindo III juga mencatat realisasi arus kapal dalam satuan gros ton naik delapan persen menjadi 6,1 juta ton. CEO Pelindo III Regional Jawa Tengah, Ardhy Wahyu Basuki mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan peningkatan penggunaan kapal berukuran besar

Dia menerangkan, arus barang sepanjang kuartal I/2018 tercatat 1,26 juta ton dan 226.700 meter kubik. Ardhy menyebut pencapaian tersebut melampaui ekspektasi perseroan karena peningkatna barang-barang impor general cargo. "Barang-barang tersebut khususnya heavy cargo seperti roda-roda mesin dan besi baja. Untuk arus barang dalam negeri, umumnya komoditas curah kering seperti batubara dan pasir," jelasnya.

Di Banjarmasin, penggunaan kontainer berukuran 40 kaki kini mulai marak menggantikan kontainer ukuran 20 kaki. CEO Pelindo III Regional Kalimantan Recky Julius menerangkan penggunaan kontainer berukuran 40 kaki dinilai lebih efisien. Tren ini sekaligus memacu arus kontainer di Pelabuhan Banjarmasin yang mencapai 104.600 TEUs. Arus peti kemas disokong arus kapal yang mencapai 6.721 unit atau 187 persen dari target yang diusung.


(Red/CN26/SM Network)