• KANAL BERITA

Pengurugan Tol Pemalang-Batang, Rampung 31 Mei

Kendaraan pengangkut tanah uruk tol memadati lokasi proyek tol Pemalang-Batang di undepass Sitemu. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)
Kendaraan pengangkut tanah uruk tol memadati lokasi proyek tol Pemalang-Batang di undepass Sitemu. (suaramerdeka.com/Ali Basarah)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Lantaran mengejar target agar bisa digunakan fungsional saat arus mudik Lebaran mendatang, pengurugan jalan tol Pemalang-Batang di ruas Sitemu-Cibiyuk dipercepat. Pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab PT Waskita Karya sebagai pekerjaan tambahan.

"Kami perkirakan pengurugan rampung pada 31 Mei mendatang," kata Suharjono, Humas PT Waskita Karya, Suharjono.

PT Waskita sebelumnya menggarap tol Pejagan-Pemalang yakni sampai di exit Gandulan.

Selanjutnya, pada 2018 mendapat tambahan pekerjaan dari Sitemu-Cibiyuk yakni sebelah timur Gandulan. Sedangkan untuk tol Pejagan-Pemalang yakni ruas Sewaka-Gandulan sudah selesai seluruhnya. Sehingga bisa dioperasionalkan.

"Saat ini kami masih fokus untuk menyelesaian pengurugan dan pemadatan di satu lajur Sitemu-Cibiyuk dan ditargetkan akhir bulan ini selesai, sehingga bisa dipastikan akan siap untuk dioperasikan secara fungsional,"jelasnya.

Dia optimistis meski ada tambahan pekerjaan bisa diselesaikan pada waktunya. Karena memang pada ruas ini targetnya adalah pemakaian secara fungsional. Ada pun percepatan pengurukan tanah sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak awal Mei kemarin.

Saat itu volume urugan setiap hari 12.000 kubik meningkat menjadi 24.000 kubik bahkan 29.000 kubik. Peningkatan kubikasi ini dipengaruhi oleh cuaca. Sebab jika hujan turun, maka proses pengurugan bisa terhenti. Karena armada kesulitan keluar masuk lokasi proyek mau pun di lokasi penggalian material tanah.

Sementara itu di lokasi proyek tol Pemalang-Batang tepatnya di underpass Sitemu, kendaraan pengangkut tanah uruk tol ramai melintas. Satu demi satu kendaraan masuk ke lokasi dengan diatur oleh petugas. Kendaraan angkut tanah uruk tersebut berjenis truk tronton dan colt diesel.

Kendaraan tersebut masuk lokasi tol mulai dari Sewaka-Gandulan Sitemu. Artinya mereka sejak dari Sewaka tak lagi menggunakan jalan umum sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas. Sementara panas terik beberapa hari kemarin menyebabkan lokasi proyek tol berdebu. Warga yang tidak berkepentingan tidak diperbolehkan masuk lokasi proyek lantaran berbahaya.


(Ali Basarah/CN40/SM Network)