• KANAL BERITA

Kompensasi Belum Dibayar, Warga Blokade Akses Tol

Warga Desa Toyogo, Sambungmacan menutup jalan, meminta kejelasan kompensasi gapura yang tak kunjung ada pembayaran dan kejelasan. (suaramerdeka.com/dok)
Warga Desa Toyogo, Sambungmacan menutup jalan, meminta kejelasan kompensasi gapura yang tak kunjung ada pembayaran dan kejelasan. (suaramerdeka.com/dok)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Warga Tunjungan-Gondang Dukuh Karangasem, Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan memblokade akses jalan tol Solo-Kertosono (Soker), Sabtu (26/5). Aksi warga ini lantaran kompensasi gapura dan gorong-gorong yang terdampak pembangunan jalan tol belum dibayarkan.

Aksi warga mendapat perhatian dari Ketua DPRD Bambang Samekto. Kepada Ketua DPRD, perwakilan warga, Sugianto mengatakan, aksi itu terpaksa dilakukan lantaran warga menuntut janji kompensasi untuk dua tugu dan gapura, yang tak kunjung ada pembayaran dan kejelasan.

‘’Kami mohon penjelasan tentang kompensasi pembangunan tugu gapura. Lalu ganti rugi tugu RT 1 Dukuh Karangasem sekitar 20 juta dan tugu RT 04, Dukuh Karangasem sekitar 20 juta serta gorong-gorong 25 juta. Sampai sekarang belum dibayarkan dan tidak ada kejelasan,’’ terangnya.

Menurutnya, warga sudah berulangkali menanyakan ke perwakilan PT JSN dan Waskita di Sragen, namun belum mendapat jawaban jelas. Bambang Samekto meminta setiap permasalahan diselesaikan dengan musyawarah.

Sudah Diterima

‘’Jangan dilakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain. Begitu mendengar warga memblokade jalan, kami datang ke lokasi. Saya minta jalan tidak ditutup karena akan mengganggu pengguna jalan lainnya,’’ terangnya.

Bambang mendesak pihak terkait untuk segera menyelesaikan permasalahan dengan warga. ‘’Saya minta pihak terkait menyelesaikan kompensasi dua tugu dan talut yang belum dibayarkan. Sudah  ada kesepakatan akan diselesaikan sebelum Lebaran,‘’ tandas Bambang.

Politikus dari Gondang ini juga meminta pihak JSN dan Waskita segera memperbaiki jalan di sekitar lokasi tol Soker yang rusak berat. Seperti lubang-lubang jalan sepanjang jalur Tunjungan-Gondang untuk ditutup Lebaran, terlebih lagi, ruas jalan itu akan digunakan untuk arus mudik.

Perwakilan PT Waskita, Lukas mengatakan, pengajuan tuntutan warga sudah diterima. Pihaknya akan melaksanakan pengecekan tentang permintaan warga dan mengusahakan akan memberikan jawaban tentang pemberian kompensasi.

Kapolsek Sambungmacan Joko Widodo meminta kepada seluruh warga agar jangan asal munutup jalan bila ada permasalahan, agar tidak merugikan pengguna jalan. ‘’Apabila ada kegiatan yang melibatkan banyak orang agar memberi tahu kepada kami, pasti akan kami fasilitasi dan pengamanannya,’’ tegasnya.


(Basuni Hariwoto/CN40/SM Network)