• KANAL BERITA

Pemkab Rembang Heran, Stok Berlebih LPG Langka

Warga meletakkan gas elpiji di depan ruang Komisi B baru-baru ini saat pembahasan mengenai ketersediaan elpiji tiga kilogram baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)
Warga meletakkan gas elpiji di depan ruang Komisi B baru-baru ini saat pembahasan mengenai ketersediaan elpiji tiga kilogram baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka.com - Pemkab Rembang mengaku heran dengan fenomena elpiji melon atau 3 kg yang langka di pasaran. Padahal stok gas elpiji tiga kilogram berlebih dan dijamin mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Untuk itu, kata Asisten II Pemkab Rembang, Abdullah Zawawi, Pemkab merencanakan sejumlah solusi untuk mengatasi keluhan kelangkaan stok elpiji yang masih terjadi di beberapa daerah.

Abdullah Zawawi mengatakan, sesuai data dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), setiap bulan Kabupaten Rembang menerima tak kurang 400 ribu tabung gas elpiji tiga kilogram. Sedangkan rumah tangga penguna elpiji tiga kilogram hanya berkisar 200 ribu.

''Semestinya ada kelebihan setiap bulannya. Jumlah 400 ribu itu sangat bisa memenuhi kebutuhan warga Rembang,'' terang dia.

Dia menegaskan apabila ada laporan atau keluhan kesulitan gas elpiji tiga kilogram, besar kemungkinan karena adanya keterlambatan pengiriman. ''Seperti di Lasem beberapa hari lalu, ada keluhan kesulitan gas elpiji. Ternyata disebabkan keterlambatan pengiriman saja,'' terang dia.

Meski secara stok aman, dia mengaku tetap mewaspadai kemungkinan penimbunan di tingkat pengecer. Dia mengatakan saat ini Pemkab hanya bisa mengawasi distribusi elpiji tiga kilogram hingga tingkat pangkalan.

Dugaan Permainan

Sedangkan dari pangkalan ke pengecer, dia mengatakan Pemkab tidak memiliki kewenangan. ''Permainannya ada di tingkat pangkalan ke pengecer. Pangkalan, semestinya hanya memberikan gas untuk kebutuhan lingkungannya,'' tegas dia.

Namun dia mengatakan ada dugaan pangkalan tidak melaksanakan anjuran Pemkab untuk menjual gas elpiji ke lingkungan sekitarnya saja. ''Namun ke pengecer lain. Ini yang sangat kami khawatirkan. Semestinya, pangkalan hanya melayani lingkungan sekitarnya,'' jelas dia.

Dia menambahkan, apabila menemukan pangkalan yang tidak memenuhi anjuran untuk menjual gas elpiji ke lingkungannya saja, Pemkab akan meminta kepada agen Pertamina untuk melakukan penindakan.

Abdullah Zawawi mengatakan, untuk mengurangi beban konsumsi elpiji tiga kilogram, Pemkab lebih mengencangkan anjuran ke aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak mengunakan elpiji tiga kilogram. ''Karena elipiji tiga kilogram itu merupakan subsidi. ASN tidak boleh mengunakan elpiji tiga kilogram yang merupakan subsidi,'' tandas dia. 


(Mulyanto Ari Wibowo/CN40/SM Network)