• KANAL BERITA

Pengerjaan Jalan Provinsi di Rembang, Tak Sesuai Target

Pekerjaan inti peningkata jalan provinsi Ruas Lasem-Sale di Desa/Kecamatan Pamotan hingga akhir Mei ini belum juga dimulai meskipun rekanan sudah tanda tangan kontrak sejak lama. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Pekerjaan inti peningkata jalan provinsi Ruas Lasem-Sale di Desa/Kecamatan Pamotan hingga akhir Mei ini belum juga dimulai meskipun rekanan sudah tanda tangan kontrak sejak lama. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pengerjaan jalan provinsi Ruas Lasem-Sale, tepatnya di Desa/Kecamatan Pamotan hampir bisa dipastikan progresnya tidak sesuai target. Sebelumnya, Bina Marga Jateng Wilayah Pati menargetkan pengerjaan sudah mencapai sekitar 300 meter sebelum arus mudik lebaran dimulai.

Namun, hingga akhir Mei ini pengerjaan inti peningkatan jalan yang dikerjakan oleh PT Aditama Manunggal itu tak kunjung dimulai. Justru, Bina Marga memastikan bahwa pengerjaan baru bisa dimulai setelah selesai momen hari raya Idul Fitri 2018 mendatang.

Kondisi itu membuat jalur mudik alternatif di Ruas Lasem-Sale terancam tidak memberikan rasa nyaman kepada pemudik. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak titik kerusakan parah, berupa lubang serta jalan ambalas di ruas tersebut.

Kepala Bina Marga Jateng Wilayah Pati, Rudi Wijiasmanto beralasa, tertundanya pengerjaan terjadi lantaran adanya keterlambatan pasokan besi. Pemesan besi dari Jakarta tidak bisa datang sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Menurut Rudi, meski pun baru dimulai setelah lebaran, penyelesaian secara keseluruhan tetap akan mampu terselesaikan tepat waktu. Rekanan akan mulai mengebut pengerjaan setelah momen lebaran usai.

“Kalau dikerjakan sekarang tanggung, maka saya minta dimulai habis lebaran saja, biar tidak ada masalah. Target 300 meter selesai sebelum lebaran meleset. Nanti akan mulai dilembur setelah lebaran,” terang Rudi.

Menurut Rudi, jika pekerjaan bisa konsisten, meski pun baru dimulai setelah lebaran, Agustus mendatang bisa tuntas seratus persen. Proyek senilai Rp 5,7 miliar itu rencananya mencakup panjang pekerjaan 1,1 kilometer.

“Nanti juga akan ada pengerjaan saluran dan juga pelebaran sedikit. Untuk titik-titik berlubang, kami rencanakan penambalan sementara untuk arus mudik. Nanti H-7 lebaran bisa tuntas semuanya,” tandasnya.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)