• KANAL BERITA

Hattrick WTP Tantangan bagi Wonogiri

MENERIMA PENGHARGAAN: Bupati Wonogiri, Joko '’Jekek’' Sutopo (kanan) menerima penghargaan WTP dari kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Hery Subowo di Semarang, Jumat (25/5). (suaramerdeka.com/dok)
MENERIMA PENGHARGAAN: Bupati Wonogiri, Joko '’Jekek’' Sutopo (kanan) menerima penghargaan WTP dari kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Hery Subowo di Semarang, Jumat (25/5). (suaramerdeka.com/dok)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Pemkab Wonogiri tahun ini sukses mencetak hattrick, tiga tahun berturut-turut meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, prestasi justru menjadi tantangan untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan berbasis kinerja.

Bupati Wonogiri, Joko ‘'Jekek'’ Sutopo mengingatkan, ujung dari perbaikan kinerja adalah pelayanan terbaik bagi masyarakat. Untuk itu, dalam WTP masih ada rekomendasi yang harus dilakukan Wonogiri untuk lebih memperbaiki kinerja dan tata kelola keuangan.

Tahun ini, penyerahan penghargaan opini WTP itu dilaksanakan di kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, baru-baru ini. Penghargaan tersebut diserahkan Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Hery Subowo kepada sejumlah entitas kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Penyerahan itu terbagi menjadi tiga termin. Pada termin pertama, BPK Perwakilan Jateng telah menyerahkan penghargaan serupa kepada Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar.

Ada pun pada Jumat lalu (25/5), BPK Perwakilan Jateng menyerahkan penghargaan tersebut secara bersamaan kepada enam entitas, yakni Kabupaten Wonogiri, Blora, Batang,  Kendal, Pemalang, dan Kota Tegal. "Besok Senin sore (28/5) kami akan melaksanakan penyerahan lagi kepada 26 entitas Kabupaten/Kota," kata Hery Subowo.

Bupati Wonogiri, Joko ‘’Jekek’’ Sutopo mengatakan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi Pemkab di masa mendatang. Pihaknya meminta jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Wonogiri melakukan evaluasi untuk lebih meningkatkan prestasi.

Tantangan Wonogiri

Menurutnya, opini WTP bukan merupakan pencapaian yang harus direspons dengan euforia. "WTP harus direspons sebagai perenungan. Di dalam WTP terdapat poin-poin yang harus kita benahi untuk memenuhi asas ketaatan dan kepatuhan," kata Bupati.

Di sisi lain, Bupati mengapresiasi OPD-OPD yang telah bekerja sama dengan baik. Sehingga mampu bersinergi dan berkoordinasi secara optimal. Koordinasi dan sinergi itu akhirnya menghasilkan opini WTP kepada Pemkab Wonogiri.

"BPK telah melakukan fungsi dan tugas konstitusional. Memberikan opini WTP kepada Kabupaten Wonogiri," ujarnya.

Di dalam WTP masih ada rekomendasi yang harus dilakukan untuk lebih memperbaiki kinerja dan tata kelola keuangan.

"Penghargaan itu berarti tantangan bagi Wonogiri, bahwa WTP akan menjadi satu tantangan terhadap kinerja kami untuk melakukan perbaikan tata kelola keuangan yang berbasis kinerja, sehingga dapat menghasilkan yang terbaik bagi masyarakat," katanya. 


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)