• KANAL BERITA

Jembatan Kali Kutho Bisa Dilalui H-2

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tiga dari kanan) melihat gambar mengenai rancangan pembangunan jembatan Kali Kutho. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tiga dari kanan) melihat gambar mengenai rancangan pembangunan jembatan Kali Kutho. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

KENDAL, suaramerdeka.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, jembatan Kali Kutho bisa dilalui pada H-2 Idul Fitri 1439 H. Jembatan Kali Kutho termasuk dalam proyek pembangunan tol Batang-Sematang. Jembatan sepanjang 160 meter itu menghubungkan Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.

‘’Pembangunan jembatan pelengkung ini memang lebih rumit. Hampir sama dengan jembatan Holtekamp yang ada di Papua. Namun, di sini lebih rumit, karena tidak sekadar pelengkung seperti Holtekamp, tetapi ada ulirnya atau bengkok yang melebar,’’ kata dia dalam kunjungan di Kali Kutho, Kendal, Sabtu (26/5).

Basuki didampingi direksi dari Jasamarga Semarang Batang (JSB) dan PT Waskita Karya. Basuki mengatakan, jembatan Kali Kutho harus dirangkai di lokasi, sehingga membutuhkan waktu untuk pembangunannya. Pelengkung ini tidak bisa dirangkai di pabrik dan di bawa ke Kendal, karena beratnya mencapai 2.400 ton. ‘’Berbeda dengan jembatan Holtekamp yang dirangkai di pabrik dan dibawa melalui jalur laut. Di Kendal ini harus dirangkai di lokasi,’’ tambahnya.  

Dia mengatakan, setelah pelengkung jembatan terpasang, selanjutnya memasang girder dan pelat baja serta bisa langsung dilalui. Pada awal arus mudik, jembatan kali Kutho belum bisa dilalui. ‘’Jembatan bisa dilalui H-3 atau paling lambat H-2 Lebaran 2018. Kalau girder dan pelat baja terpasang, sudah bisa dilalui,’’ kata dia.

Basuki menjelaskan, jalan tol mulai dari Brebes Exit (Brexit) sampai Krapyak Semarang yang panjangnya 150 kilometer, yang telah dilakukan pembetonan sepanjang 132 kilometer dan sisanya berupa pengaspalan. ‘’Kami sudah siapkan jalur alternatif bagi pemudik. Mereka akan keluar di pintu keluar Gringsing ke jalur pantura dan sekitar 500 meter kemudian masuk di simpang susun Larasari, Desa Sambongsari, Weleri hingga Krapyak, Kota Semarang. Selama arus mudik jalan tol Batang-Semarang bisa dilalui 24 jam,’’ jelasnya.

Manajer Proyek PT Waskita Karya, Muhamad mengatakan, pemasangan pelengkung jembatan sangat sulit. Akurasi antara bok yang satu dengan satunya harus tepat. ‘’Kami dalam waktu dekat memasang rambu-rambu di jalan tol darurat tersebut dan merapikan kondisi jalan, sehingga bisa nyaman dilalui pemudik,’’ kata dia.


(Rosyid Ridho/CN40/SM Network)