• KANAL BERITA

Penanggulangan Bencana Gunung Merapi, Pemda Jateng dan DIY Perlu Tingkatkan Kerjasama

Foto: suaramerdeka.com/sugiarto
Foto: suaramerdeka.com/sugiarto

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Demi keamanan dan kenyamanan warga lereng Gunung Merapi, maka perlu ditingkatkan kerjasama dua propinsi yakni Jateng dan DIY yang terdampak langsung aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Hal ini dilakukan, agar bisa cepat dalam menangani permasalahan yang ada akibat aktivitas Merapi. 

Sebab bebarapa hari terakhir ini, aktifitas vulkanik Gunung Merapi menjadi perhatian warga di sekitar lereng Merapi. Kebetulan kawasan terdampak bencana Merapi berada di dua wilayah, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya Sleman dan Provinsi Jawa Tengah diantaranya Klaten, Boyolali dan Magelang. 

"Kini dengan langkah mitigasi untuk meminimalkan resiko bencana, dukungan kepada upaya masing-masing pemerintah daerah untuk memprioritaskan keselamatan warga harus diberikan,'' ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Sabtu (26/5). 

Hal tersebut disampaikan Eko Suwanto, menyikapi perkembangan terkini erupsi Merapi 2018. Untuk itu, ia mendukung upaya Pemda DIY memprioritaskan keselamatan warga, termasuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana mulai dari ketersediaan makanan, air bersih, WC dan kamar mandi, sampai layanan kesehatan dan melakukan pendampingan kepada anak-anak sekolah.

Berkaitan dengan itu, maka politisi muda PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta tersebut, menyatakan saatnya kini seluruh elemen penanganan kebencanaan bekerja bersama untuk memberi perhatian dan pertolongan kepada warga yang terkena dampak aktivitas Gunung Merapi.  

"Kita akan memperkuat koordinasi dan meningkatkan kerja sama, antara Pemda DIY dan Pemda Jawa Tengah dalam penanggulangan dampak bencana Merapi. Dengan kerja sama yg baik penanggulangan bencana gunung merapi akan dapat lebih baik,'' katanya. 

''Untuk itu, kita juga sampaikan agar BPBD DIY memperhatikan kawasan perbatasan. Prinsipnya kita bantu warga yang terkena dampak Gunung Merapi sebaik baiknya,'' tambah Eko Suwanto menandaskan.

Berdasarkan laporan harian dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Erupsi Merapi dari Pusdalops BPBD Sleman menyatakan, saat ini status Merapi masih dalam level waspada. Berdasarkan pemantauan visual dari CCTV dan pengamatan langsung kondisinya berkabut dan tidak tampak, sepanjang dinihari hingga pukul 07.00 WIB pantauan seismik Merapi landai. 

Di sejumlah titik kumpul semalam, tercatat ada ratusan warga yang ngungsi di Balai Desa Glagaharjo sebanyak 155 jiwa dan 71 jiwa di rumah warga milik Heru Susanto di Tritis ada 71 jiwa. ''Masyarakat agar tetap waspada saat beraktifitas, tidak perlu panik dan selalu gunakan alat pelindung diri, serta ikuti arahan pemerintah,'' pintanya.


(Sugiarto/CN42/SM Network)