• KANAL BERITA

Jaga Iklim Sejuk, Kiai Dzikron Tawarkan Resep “Jamu Jati Kendi”

Hendi Minta Warga Peduli Lingkungan

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com – Ada sebuah lontaran menarik yang disampaikan KH Dzikron Abdullah, pemimpin Pondok Pesantren Ad Dainuriyyah 2, Sendangguwo, Pedurungan. Dalam tarawih keliling di Kecamatan Pedurungan yang dihadiri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (25/5) malam, Kiai Dzikron menyampaikan resep agar iklim tetap sejuk, aman, dan kondusif.

Pernyataan kiai sekaligus menguatkan sambutan Wali Kota sebelumnya yang menyatakan Indonesia diprediksi bakal menjadi negara adi daya pada 2050 dan masuk dalam The Best Five, berdasarkan analisis para ekonom dunia maupun negeri ini. 

“Resepnya adalah jamu jati kendi. Insya Allah tidak ada di toko jamu mana pun,’’ kata kiai saat memberikan tausiyah usai shalat tarawih di hadapan ribuan jamaah yang hadir di Masjid Jami’ At Thohiriyyah Al Khasaniyah, dan meluber hingga di jalan.

Selain Wali Kota, hadir dalam acara itu antara lain Plt Sekda Kota Semarang Agus Riyanto, Forkompinda Kota Semarang, Camat Pedurungan Kukuh Sudaryanto dan Muspika, para lurah se Kecamatan Pedurungan, Rektor Unwahas Semarang Prof Muhtarom, serta Ketua LPMK Palebon yang juga Ketua KIP Jateng Rahmulyo Adi Wibowo.

Kiai melanjutkan, jamu yang dimaksud bukan jamu sesungguhnya, melainkan singkatan dari “jaga mulut” alias menjaga lisan. Adapun jati yang dimaksud adalah “jaga hati” sehingga orang tidak mudah marah atau emosi. Sementara kendi berarti “kendalikan diri”, terutama di dalam perang melawan hawa nafsu.

“Jika kita bisa menjaga mulut, menjaga hati, dan mengendalikan diri, insya Allah negara akan sejuk, aman, dan kondusif, serta gemah ripah loh jinawi,’’ kata Kiai Dzikron.

Dua Syarat

Sebelumnya, dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menyampaikan analisis para ekonom yang memprediksi Indonesia bakal menjadi negara adi daya pada 2050, selain AS, China, dan India.

“Dalam sebuah buku yang saya baca, Indonesia diprediksi akan menjadi The Best Five pada tahun 2050. Namun minimal ada dua syarat yang harus dipenuhi,’’ kata dia.

Kedua syarat itu, lanjut Hendi, Indonesia harus menjaga partumbuhan ekonomi tetap stabil di atas 5 persen. Saat ini Indonesia bisa melakukan hal tersebut, yakni antara 5,2 hingga 5,3 persen. Angka tersebut tergolong cukup tinggi karena banyak negara lain yang jauh di bawah Indonesia, bahkan minus sehingga pembangunan tidak berjalan.

“Syarat kedua adalah kita harus mampu menjadi stabilitas politik, sosial-ekonomi, dan iklim kondusif,’’ tambah Hendi.

Terkait dengan kejadian terorisme yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, Hendi berpesan pada warga agar peduli pada lingkungan sekitarnya. Jika ada pendatang atau tetangga yang mencurigakan, warga diminta untuk melaporkan pada aparat berwenang agar ditangani.

“Misalnya ada tamu yang mencurigakan, atau ada rumah yang selalu ramai pada pukul satu dini hari, atau rumah tertutup terus tapi ada kegiatan di dalam rumah. Jangan digeruduk rumahnya. Tapi panjenengan cukup melaporkan ke aparat yang berwenang,” pesan Hendi.

Wali Kota menambahkan, saat Ramadan dan Lebaran, Kota Semarang akan menjadi tujuan pemudik, baik yang asli Semarang maupun yang hanya singgah sementara untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Karena itu, dia berpesan agar warga menjaga kebersihan lingkungan.


(Setiawan Hendra Kelana/CN30/SM Network)