• KANAL BERITA

Prihatin Banyak Kecelakaan, Warga dan Santri Gelar Istighotsah

MOHON KESELAMATAN: Warga beristigosah memanjatkan doa keselamatan di ek terminal lama Bumiayu, Brebes. Kegiatan ini dilaksanakan menyusul banyaknya kecelakaan di jalur Purwokerto-Tegal antara Pagojengan-Bumiayu. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras Triwibowo)
MOHON KESELAMATAN: Warga beristigosah memanjatkan doa keselamatan di ek terminal lama Bumiayu, Brebes. Kegiatan ini dilaksanakan menyusul banyaknya kecelakaan di jalur Purwokerto-Tegal antara Pagojengan-Bumiayu. (Foto suaramerdeka.com/Teguh Inpras Triwibowo)

BUMIAYU,suaramerdeka.com– Ratusan warga dan santri sejumlah pesantren melakukan istighotsah di  halaman parkir ek terminal lama (sekarang kantor uji KIR) Bumiayu, Brebes, Jumat (25/5) sore.

Ketua pelaksana kegiatan M Jamil mengatakan, istigosah dilaksanakan untuk memohon keselamatan dan perlindungan atas sering terjadinya musibah di sepanjang Jalan Raya Pagojengan- Bumiayu.“Kegiatan ini juga diisi dengan salat ghoib untuk mendoakan seluruh korban tewas akibat kecelakaan di jalur tersebut," kata Jamil yang merupakan Ketua LSM Pampera itu.

Diungkapkan dia, kerawanan lalu lintas di ruas Pagojengan-Bumiayu semakin tinggi sejak flyover Kretek dioperasionalkan akhir Agustus 2017. Hingga tiga bulan setelah jalan layang itu difungsikan telah terjadi 15 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal 3 orang. Kemudian 20 Maret 2018, 6 orang tewas. Terakhir 20 Mei, kecelakaan menelan 12 orang tewas."Seluruh masyarakat prihatin. Kami meminta pemerintah secepatnya melakukan penanganan," kata dia.

Istighotsah yang dimulai pukul 16.30 itu dihadiri sejumlah pejabat pemkab dan muspika se Brebes selatan. Hadir juga pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Benda Kiai Labib Shodiq dan   Kiai Aminuddin Masyhudi, pengasuh Ponpes Darunnajat Bumiayu. Dipimpin Kiai Labib Shodiq, istighotsah berlangsung khusyuk. Beberapa di antaranya tak kuasa menahan air mata saat melantunkan doa.

Kepala Dinas Perhubungan Achmad Satibi mengapresiasi kegiatan istighotsah."Kita prihatin. Lewat kegiatan ini kita mendoakan para korban kecelakaan, sekaligus memanjatkan doa keselamatan," katanya. 

Menurutnya, dalam waktu dekat ini Pemkab akan membangun jalur penyelamat sementara di halaman kantor Uji KIR untuk mengantisipasi kendaraan hilang kendali di turunan Pagojengan."Jalur penyelamat ini sebenarnya kewenangan pusat  dan sudah diusulkan. Namun karena kondisi darurat, Pemkab mengambil inisiatif membangun jalur penyelamat sementara," katanya. Pemkab, lanjut Satibi, juga telah mengusulkan ke pemerintah untuk  mengaktifkan jembatan timbang di Ajibarang, Banyumas.


(Teguh Inpras Tribowo/CN19/SM Network)