• KANAL BERITA

Penanganan Dampak Gempa Masuki Transisi Darurat

BPBD Banjarnegara menggelar rapat koordinasi berakhirnya masa tanggap darurat dan dimulainya transisi darurat penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Kalibening. (suaramerdeka.com/ M Syarif SW)
BPBD Banjarnegara menggelar rapat koordinasi berakhirnya masa tanggap darurat dan dimulainya transisi darurat penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Kalibening. (suaramerdeka.com/ M Syarif SW)

BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kecamatan Kalibening berakhir pada Kamis (24/5). Kini ditetapkan masa transisi darurat oleh BPBD Banjarnegara selama 180 hari atau enam bulan.

''Kegiatan yang dilaksanakan dalam masa transisi darurat di antaranya persiapan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang rumahnya ambruk atau rusak berat. Selain itu juga penanganan rumah rusak sedang dan rusak ringan,'' kata Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banjarnegara, Agus Haryono.

Pematokan calon lokasi pembangungan rumah warga yang rusak berat dan ambruk juga sudah dilakukan. Demikian juga pembersihan puing-puing rumah rusak dan ambruk masih dilakukan.

''Tidak ada relokasi karena pembangunan kembali rumah yang rusak berat dan ambruk tetap di permukiman semula. Tipe rumah yang akan dibangun yakni tipe 36. Penanganan rumah rusak berat dan sedang oleh pemerintah pusat,'' katanya.

Untuk rumah rusak ringan dilakukan oleh Pemkab Banjarnegara. Saat ini sedang dalam proses pengajuan bansos ke BPKAD Banjarnegara. Selain dari bansos untuk rumah ringan juga akan ada bantuan material yang diambilkan dari bantuan masyarakat.

''Teknisnya nanti diserahkan ke desa dan pokmas untuk mengaturnya disesuaikan dengan kebutuhan,'' jelasnya.

BPBD sudah mendirikan posko pendampingan transisi darurat di Desa Kasinoman Kecamatan Kalibening. Tergabung dalam posko tersebut yakni BPBD, PMI, Dinsos, Dinkes, Forkompinca dan berbagai sukarelawan yang masih ada di lokasi bencana.

''Dalam masa transisi tersebut kami juga masih melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat (pokmas) di empat desa terdampak. Pemenuhan logistik juga terus dilakukan untuk pengungsi,'' katanya.


(M Syarif SW/CN33/SM Network)