• KANAL BERITA

Kerajaan Arab Saudi Bebaskan Aisha al-Manea Pegiat Hak Perempuan

foto: istimewa
foto: istimewa

RIYADH, suaramerdeka.com - Kerajaan Arab Saudi membebaskan Aisha al-Manea, salah satu tokoh veteran pegiat hak perempuan pada Kamis pagi waktu setempat, beberapa hari setelah penangkapannya pekan lalu sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap aktivis.

Kelompok hak asasi melaporkan, sebanyak 11 aktivis pegiat hak perempuan ditangkap pada minggu lalu sebelum berakhirnya larangan bagi perempuan untuk mengemudi sendiri. Sebagian besar perempuan yang berkampanye menuntut hak mengemudi bagi wanita. Mereka juga menuntut agar sistem perwalian laki-laki dihapus.

"Kami menyambut pembebasan itu, tetapi kami masih belum tahu keadaan di sekitarnya, dan kami meminta pihak berwenang segera membebaskan pembela hak asasi manusia lain," kata Direktur Amnesty International  Timur Tengah, Samah Hadid dilansir Reuters, Kamis (24/5).

Pejabat pemerintah belum memberikan tanggapan terkait pembebasan aktivis perempuan itu.

Pada minggu lalu, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa tujuh orang telah ditangap karena kontak mencurigakan dengan entitas asing dan menawarkan dukungan keuangan kepada “musuh” di luar negeri.

Manea, telah mengkampanyekan hak perempuan untuk mengemudi sejak 1990-an. Dia termasuk di antara enam tahanan yakni Eman al-Nafjan, Loujain al-Hathloul, Aziza al-Yousef, Ibrahim Modeimigh dan Mohammed al-Rabea.

Media yang didukung negara mencap mereka yang ditahan sebagai pengkhianat dan "mata-mata kedutaan", melemahkan para diplomat Arab Saudi.

Mengakhiri larangan selama beberapa dasawarsa terhadap hak mengemudi perempuan telah dianggap sebagai bukti tren progresif baru di negara itu, tetapi telah disertai dengan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat, termasuk puluhan penangkapan pada September lalu yang tampaknya membuka jalan untuk mencabut larangan mengemudi.

Perempuan tersebut, sebelumnya ikut dalam penentangan terhadap larangan itu.


(BRJ/CN34/SM Network)