• KANAL BERITA

Dintanpan Pastikan, Rembang Bebas Daging Berformalin

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pamotan untuk mengecek ada tidaknya daging yang mengandung formalin. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pamotan untuk mengecek ada tidaknya daging yang mengandung formalin. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Dinas Pertanian dan pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang memastikan, tidak ada daging mengandung formalin dan boraks yang beredar ke masyarakat. Kepastian itu didapat setelah petugas menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pamotan, sehari yang lalu.

Dalam sidak tersebut, petugas menyasar daging ayam, kambing, dan sapi sekaligus produk olahannya. Tujuannya adalah mengecek apakah produk pangan berbahan dasar hewan yang dijual ini mengandung formalin dan boraks atau tidak.

Pelaksana Bidang Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Muhammad Anwarul Fu’ad mengatakan, dari hasil uji sampel yang diujikan tidak ada produk ditemukan mengandung bahan berbahaya tersebut. “Kami mengambil delapan sampel untuk daging, dan bakso ada tiga sampel. Kemudian yang kami uji lebih lanjut ada dua yang kita dicurigai terindikasi zat kimia tersebut. Hasilnya, uji formalin dua sampel negatif dan uji boraks dua sampel juga negatif,” terangnya.

Ia menjelaskan, untuk mengetes ada tidaknya kandungan formalin jauh lebih mudah daripada mengetes boraks. Daging yang mengandung formalin sejatinya bisa dilihat dengan kasat mata. “Kalau untuk boraks dalam bentuk olahan biasanya seperti bakso, nugget dan sosis biasanya lebih sulit dideteksi. Bisa diketahui melalui uji sampel. Kalau untuk formalin bisa diketahui dengan kasat mata,” kata dia.

Ia mengungkapkan, sidak untuk mengecek kandungan boraks dan formalin pada daging rutin dilakukan. Terlebih setiap Ramadan dan jelang lebaran seperti saat ini sidak akan semakin diintensfikan.

“Kebanyakan kasus kecurangan dijumpai karena pada saat pertengahan Ramadan penjualan daging berkurang. Karena tidak mau rugi penjual biasanya mengawetkan daging dengan zat kimia,” tandasnya. 


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)