• KANAL BERITA

Penambang Merapi Masih Beroperasi

BPDB: Jadi Kendala Saat Darurat

Truk angkutan pasir dari Gunung Merapi masih melintas di jalur evakuasi ke arah barak pengungsian di Jl Kemalang-Klaten. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Truk angkutan pasir dari Gunung Merapi masih melintas di jalur evakuasi ke arah barak pengungsian di Jl Kemalang-Klaten. (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Penambang pasir dan batu di lereng Gunung Merapi masih beroperasi seperti biasa. Para penambang baik di alur Sungai Woro maupun lokasi lain baru menghentikan aktivitas menambang jika status Merapi sudah Siaga. Saat ini status naik dari level normal ke waspada.

Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jemakir mengatakan, aktivitas penambangan bahan galian C masih berlangsung. ''Penambang masih beraktivitas tetapi semua sudah meningkatkan kewaspadaan,'' katanya, Kamis (24/5).

Meski pun para penambang masih bekerja, tetapi semakin waspada dalam melihat situasi dan kondisi. Para penambang langsung meninggalkan lokasi jika kondisi mengkhawatirkan. Biasanya para penambang sudah tidak akan beraktivitas jika status nantinya naik dari level waspada ke siaga.

Untuk mencegah penambang beraktivitas, tidak mungkin sebab menambang merupakan mata pencaharian masyarakat di kawasan lereng sejak lama. Selain para penambang, warga desanya pun beraktivitas normal seperti biasa dan tidak ada yang di pengungsian.

Namun warga terus waspada menyikapi kondisi setiap saat. Letusan diakuinya terus terjadi, dan yang paling besar pada Selasa dini hari. Sebab sempat terlihat material menyala di puncaknya. Di radius tiga kilometer, pemerintah desa sudah meminta warga tidak nekat.

Radius Larangan

Kalau pun terpaksa mencari pakan ternak, kata Jemakir, diminta tidak terlalu jauh ke puncak masuk radius larangan. Terutama bagi warga yang berusia lanjut sebab akan sulit untuk menyelamatkan diri jika ada perubahan kondisi.

Sugi, salah seorang penambang mengatakan sejak letusan pertama awal bulan lalu, kegiatan penambangan tidak terpengaruh. Penyebabnya menambang ada pekerjaan masyarakat lereng Merapi. Apabila tidak menambang, warga akan sulit memenuhi kebutuhan hidup.  Penambang hanya waspada saat ada tanda alam dan biasanya langsung menghentikan kegiatan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Klaten, Bambang Gianto, kegiatan penambangan akan menjadi kendala jika terjadi kondisi darurat. Sebab truk muatan pasir dan batu tidak bisa bergerak cepat dan menghalangi jalan.

''Namun nantinya kalau sudah level tertentu kegiatan tambang akan dihentikan,'' jelasnya.

Untuk penghentian aktivitas penambangan, BPBD akan mengacu kepada informasi lanjutan dari BPPTKG.

Apabila sudah direkomendasikan untuk ditutup maka tidak akan ada lagi alasan dan  tetap akan dilakukan penutupan. Pemkab dan pemerintah tidak ingin bertaruh dalam menjaga keselamatan masyarakat sebab sudah menyangkut nyawa. 


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)