• KANAL BERITA

Penipu Berkedok Wartawan Sasar Pejabat Kabupaten Klaten

KOMPLEKS PEMKAB: Sejumlah ASN melintas di kompleks perkantoran Pemkab Klaten. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)
KOMPLEKS PEMKAB: Sejumlah ASN melintas di kompleks perkantoran Pemkab Klaten. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Pelaku penipuan berkedok wartawan gentayangan menyasar para pejabat Kabupaten Klaten menjelang Lebaran. Sasarannya tidak hanya pejabat eselon Pemkab tetapi sampai ke kepala desa. "Saya dihubungi pelaku tetapi saya sejak awal tidak yakin," ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sudiyarsono, Rabu (23/5).

Dikatakannya pelaku awalnya mengirimkan pesan singkat yang menceritakan jika rekannya berinisial sakit jantung dan dirawat di rumah sakit. Pelaku meminta ditransfer uang sebagai bentuk dana gotong-royong membantu kalangan pers. Disertakan pula nomor rekening yang sedang sakit. Di akhir pesan singkat ditulisi pesan terima kasih dan diatasnamakan rekan-rekan pers.

Sebab sejak awal sudah tidak yakin, pesan singkat itu tidak ditanggapinya.  Diduga jengkel, pelaku menelepon dan mencatut nama wartawan yang memiliki media resmi dan cukup terkenal. Namun karena tidak ditanggapi, telepon ditutup. Tidak berapa lama, pelaku mengirimkan pesan kata-kata kotor.

Kejadian itu tidak hanya menimpa dirinya, tetapi sebelumnya telah menimpa beberapa kepala bidang di Dinas Perhubungan. Namun pejabat Dinas tidak ada satupun yang menggubris pelaku. Kaca Anggana, Kepala Sub Bagian Administrasi Otonomi Daerah Bagian Pemerintahan juga nyaris menjadi korban.

Dia mendapat SMS yang mengaku wartawan sebuah surat kabar yang minta untuk ditransfer sejumlah uang melalui rekening yang telah ditentukan. Saat tidak ditanggapi pelaku terus menelpon berulang-ulang sehingga sangat mengganggu. Pelaku kemudian menyampaikan kata-kata kasar yang bermakna menghujat korban ketika SMS pelaku tidak ditanggapi.

Kepala Bagian Humas Pemkab Klaten, Wahyudi Martono mengimbau ASN atau pejabat tidak melayani SMS penipuan yang biasa marak menjelang hari raya Idul Fitri. "Tidak ada yang memeras karena setiap saat dalam tugas liputan sering ketemu," jelasnya.


(Achmad Hussain/CN26/SM Network)